Antrean Mengular di Sejumlah SPBU Denpasar, Pertamina Sebut Ada Penyesuaian Distribusi
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR — Antrean kendaraan terpantau mengular di sejumlah titik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Denpasar, Senin (12/10/2026). Kepadatan kendaraan roda dua dan roda empat bahkan memicu kemacetan di sekitar SPBU.
Di SPBU Jalan Gatot Subroto (Gatsu) Tengah, misalnya, sekitar pukul 09.00 WITA, antrean kendaraan motor dan mobil terpantau mengular hingga keluar area SPBU.
Kondisi serupa juga terlihat di SPBU Jalan Cok Agung Tresna, Renon, Denpasar, sekitar pukul 12.30 WITA. Antrean kendaraan juga memanjang hingga ke luar area pengisian bahan bakar.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi mengatakan antrean panjang tersebut terjadi akibat penyesuaian pola distribusi bahan bakar minyak (BBM).
Menurut dia, Pertamina saat ini tengah mengoptimalkan pola suplai dan pengaturan operasional untuk memenuhi kebutuhan BBM masyarakat Bali.
Ia mengatakan saat ini, Pertamina telah menyalurkan 18.000 kiloliter (KL) Pertalite dan 2.500 KL Pertamax yang sebelumnya telah dikirim ke Bali lewat Integrated Terminal (IT) Manggis pada Minggu (11/10/2026).
“Kapal sudah sandar kemarin betul membawa Pertalite 18.000 KL dan Pertamax 2.500 KL,” ungkapnya, Senin (12/10/2026).
Berdasarkan data penyaluran hingga September 2026, ia mengatakan realisasi penyaluran Pertalite telah mencapai 560,869 juta liter dari kuota periode yang sama sebesar 571,509 juta liter. Realisasi tersebut setara dengan 98,1 persen dari kuota Januari–September.
Sementara itu, realisasi penyaluran Solar telah mencapai 183,175 juta liter dari kuota periode yang sama sebesar 188,152 juta liter, atau sekitar 97,4 persen.
Adapun sepanjang 2026, kuota Pertalite ditetapkan sebesar 764,106 juta liter, sedangkan kuota Solar sebesar 251,558 juta liter. Hingga akhir September, realisasi penyaluran keduanya masing-masing mencapai sekitar 73,4 persen dan 72,8 persen dari kuota tahunan.
Ia mengatakan pertamina terus mengevaluasi kondisi suplai, memastikan kesiapan stok, serta memperkuat koordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk mendukung kelancaran penyaluran BBM.
Pertamina juga mengimbau masyarakat menggunakan BBM secara bijak sesuai kebutuhan dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat dapat menghubungi Pertamina Call Center 135 apabila menemukan kendala pelayanan.
Reporter: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan