Langit Sochi Menghitam! Kapal Tanker Diserang Drone Laut, Laut Hitam Membara
DIKSIMERDEKA.COM SOCHI – Laut Hitam kembali mendidih! Sebuah kapal tanker minyak yang tengah berlayar di lepas pantai kota resor Rusia, Sochi, hancur dihantam oleh drone (pesawat nirawak) laut. Serangan mematikan ini memicu ledakan dahsyat dan kepulan asap hitam pekat yang menyelimuti sebagian kota wisata andalan Rusia tersebut.
Kementerian Transportasi Rusia membeberkan, kapal tanker berbendera Liberia itu jadi sasaran empuk serangan brutal di tengah perairan. Mereka mengonfirmasi bahwa, “minyak mentah terbakar secara terbuka di perairan Laut Hitam”.
Kondisi di lokasi kejadian ibarat neraka bocor. Pihak kementerian menegaskan, tim penyelamat tak berani gegabah menerobos kobaran api. “Upaya pemadaman api akan dimulai setelah intensitas api mereda dan kapal penyelamat dapat mendekati tanker dengan aman,” jelas kementerian.
Di tengah kengerian tersebut, terselip kabar baik. Tragedi ini tak menelan korban jiwa. Sebanyak 23 awak kapal yang seluruhnya merupakan warga negara India berhasil diselamatkan dari amukan si jago merah.
H2: Ketegangan di Laut Hitam Meluas, Bulgaria Ikut Terseret!
Perang Rusia-Ukraina kian ganas dan secara terang-terangan menyasar kapal-kapal komersial. Rusia sendiri belakangan ini gencar menyerang kapal pembawa gandum Ukraina di dekat pantai Rumania. Namun, terkait insiden di Sochi ini, pihak Kyiv masih bungkam seribu bahasa.
Di jagat maya, video dan foto “kiamat kecil” di Sochi—kota berpenduduk hampir 500.000 jiwa—viral menyebar. Api oranye menyala garang di tengah laut, diiringi pilar asap raksasa yang membumbung tinggi ke langit. Pemerintah setempat langsung mengambil langkah darurat dengan menutup akses warga ke kawasan pantai.
Rentetan horor nyatanya tak berhenti di Rusia. Di hari yang sama, Selasa, Perdana Menteri Bulgaria meradang. Dua kapal komersial dihajar drone di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) negara anggota NATO tersebut di perairan Laut Hitam. Ini menjadi serangan perdana yang mengguncang wilayah teritorial maritim Bulgaria.
Meski otoritas Bulgaria menyebut asal-usul drone masih dalam proses investigasi, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy langsung menuding Rusia sebagai dalangnya. Perdana Menteri Bulgaria, Rumen Radev, tak tinggal diam dan mengutuk keras aksi bar-bar tersebut.
Usai memimpin rapat kabinet darurat, Radev melontarkan kecaman tajam. “Ini adalah serangan yang tidak dapat diterima di zona ekonomi eksklusif Bulgaria. Ini adalah pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan hukum maritim,” tegas Radev. Serangan drone udara dan laut itu menghantam kapal-kapal komersial sekitar 80 mil (128 kilometer) dari pesisir Bulgaria.
H2: Hujan Rudal di Kyiv Jelang Musim Dingin
Sementara itu, peringatan Zelenskyy dalam pidato malamnya soal “serangan besar-besaran” Rusia benar-benar terbukti. Pada Rabu dini hari, ibu kota Kyiv dibombardir habis-habisan. Lewat aplikasi Telegram, Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, melaporkan bahwa serangan Rusia telah menghancurkan sejumlah bangunan dan gudang di wilayahnya.
Serangan brutal ini memakan korban. Kantor berita Reuters mencatat dua orang tewas akibat serangan Rusia tersebut, sementara Agence France-Presse melaporkan rentetan ledakan ganda mengguncang ibu kota. Serangan terpisah di kota tenggara Ukraina, Dnipro, juga menghancurkan sebuah fasilitas industri, meski para pejabat belum memberikan rincian lebih lanjut.
Menjelang musim dingin yang menggigit, Kyiv dipaksa hidup dalam teror. Rusia kian beringas menargetkan infrastruktur energi, serta jalur transportasi kereta api dan jalan raya, termasuk jembatan-jembatan vital yang melintasi sungai Dnipro. Sirine serangan udara terus meraung nyaris tanpa henti siang dan malam, memaksa warga untuk berlindung di ruang bawah tanah, bungker, dan stasiun kereta bawah tanah.

Tinggalkan Balasan