Presiden AS Donald Trump Sebar Nomor Telepon Senator Buntut Beda Pendapat soal Aturan Waktu
DIKSIMERDEKA.COM WASHINGTON D.C. – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara mengejutkan membagikan nomor telepon pribadi Senator AS dari partainya sendiri, Tom Cotton, ke publik melalui media sosial pada Sabtu (3/10/2026). Langkah ini dilakukan Trump untuk memobilisasi warga agar menekan Cotton yang menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang waktu musim panas permanen.
RUU bernama Sunshine Protection Act tersebut bertujuan agar aturan memajukan jam sebanyak satu jam (yang saat ini hanya berlaku di musim semi hingga gugur) diberlakukan sepanjang tahun. Tujuannya adalah memberikan waktu terang atau sinar matahari lebih lama pada sore hari. RUU ini telah disetujui oleh DPR AS pada bulan Juli, namun tertahan di Senat karena penolakan sejumlah politisi Republik, termasuk Tom Cotton.
Melalui unggahannya, Trump mendesak masyarakat untuk langsung menelepon Cotton. “Entah karena alasan apa, Tom menghentikan RUU ini. Jadi, semua orang di Arkansas… suruh Tom untuk menyelesaikannya!” tulis Trump.
Ia kemudian menambahkan pesan, “Telepon Tom di HP-nya,” sambil mencantumkan nomor telepon dengan kode wilayah Arkansas, daerah asal sang senator. Saat kantor berita The Associated Press dan media lainnya mencoba menghubungi nomor tersebut, panggilan tidak tersambung dan kotak pesan suara dinyatakan sudah penuh.
Menanggapi tekanan tersebut, Senator Tom Cotton tetap pada pendiriannya menolak RUU itu dengan alasan keselamatan warga, terutama anak-anak. Cotton menjelaskan bahwa jika waktu musim panas dipermanenkan, matahari pada puncak musim dingin di beberapa wilayah AS baru akan terbit antara pukul 08.00 hingga hampir 10.00 pagi.
“Tidak ada yang suka mengubah jam, termasuk saya. Namun, Kongres pernah memberlakukan ini sebelumnya dan selalu dicabut karena orang Amerika mengeluhkan matahari terbit yang sangat terlambat di musim dingin,” tulis Cotton di media sosialnya. “Warga Arkansas tidak ingin anak-anak mereka pergi ke sekolah dalam keadaan gelap gulita.”
Sementara itu, saat ditanya wartawan mengenai tindakannya menyebarkan nomor telepon Cotton, Trump berdalih bahwa kebiasaan mengubah jam dua kali setahun sangat merepotkan masyarakat.
“Kita ingin meninggalkan kebiasaan konyol ini. Memundurkan dan memajukan jam membuat orang terlambat makan malam, terlambat pertemuan penting. Itu mengacaukan semua orang,” kata Trump.
Kejadian ini bukan pertama kalinya Trump menyebarkan nomor telepon politisi yang berseberangan dengannya. Pada masa pencalonan presiden tahun 2016, ia juga pernah mempublikasikan nomor ponsel pribadi Senator Lindsey Graham ke publik setelah keduanya terlibat perselisihan.
Adapun perdebatan soal aturan pengubahan jam ini telah berlangsung lama di AS. Menurut survei terbaru dari AP-NORC Center, hanya 12 persen warga dewasa AS yang mendukung sistem ubah jam dua kali setahun yang berlaku saat ini, sementara mayoritas lebih memilih waktu terang yang lebih panjang di sore hari.

Tinggalkan Balasan