Smog Tebal Sambut Kedatangan Trump

Presiden Amerika Serikat Donald Trump tiba di Beijing dengan pemandangan berbeda dibanding kunjungannya pada 2017 lalu.

Jika dulu pemerintah China sampai menghentikan operasi pabrik dan melarang kendaraan berpolusi demi membersihkan langit Beijing sebelum kedatangan Trump, kali ini ibu kota China justru diselimuti kabut asap tebal.

Indeks kualitas udara Beijing bahkan dilaporkan berada di atas 150, jauh melebihi standar sehat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Begitu yang dilansir The Guardian, Kamis (14/5/2026).

China Dinilai Tak Lagi “Istimewakan” Trump

Laporan media internasional menyebut tidak ada upaya khusus dari otoritas China untuk membersihkan udara menjelang kunjungan Trump tahun ini.

Baca juga :  “Ambil Sendiri Minyakmu!” Donal Trump Ngamuk Ke Negara Eropa Yang Ogah Bantu AS Melawan Iran

Hal itu dinilai berbeda dengan era sebelumnya ketika Beijing kerap melakukan operasi besar-besaran demi memperbaiki citra udara saat ada tamu penting internasional atau event besar seperti Olimpiade Beijing.

Kini, kunjungan presiden AS disebut tak lagi menjadi alasan utama China melakukan “bersih-bersih langit”.

Trump Bertemu Xi Jinping Hari Ini

Trump dijadwalkan menjalani agenda utama pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping di Great Hall of the People, Beijing.

Pertemuan itu akan diikuti pembicaraan bilateral, kunjungan budaya ke Temple of Heaven, hingga jamuan makan malam kenegaraan.

Baca juga :  Hanya 3 Pemimpin ASEAN Diundang Trump di Board of Peace , Prabowo Masuk Lingkaran Inti

Meski penuh simbol dan seremoni, belum ada detail konkret terkait hasil yang akan dicapai kedua pemimpin dunia tersebut.

Elon Musk hingga CEO Apple Ikut Terbang

Trump datang ke China bersama rombongan besar tokoh bisnis Amerika Serikat.

Beberapa nama yang ikut dalam perjalanan menggunakan Air Force One antara lain:
Elon Musk dari Tesla dan SpaceX, Jensen Huang dari Nvidia, Tim Cook dari Apple, hingga CEO Boeing Kelly Ortberg.

Selain itu turut hadir Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, serta penasihat senior Stephen Miller.

Baca juga :  Amerika Serikat Resmi Perpanjang Fasilitas GSP untuk Indonesia

Perang Iran Bayangi Pertemuan Trump-Xi

Salah satu isu besar dalam pertemuan Trump dan Xi adalah konflik Iran yang memicu ancaman terhadap Selat Hormuz.

Trump disebut ingin mencari jalan membuka kembali jalur strategis tersebut karena separuh impor minyak China melewati Selat Hormuz.

Meski begitu Trump menegaskan dirinya tidak membutuhkan bantuan China untuk menghadapi Iran.

“Kami akan menang dengan satu cara atau lainnya, damai atau tidak,” kata Trump sebelum berangkat ke Beijing