Lillian Smart diduga terinfeksi parasit mematikan Naegleria fowleri setelah berenang di Danau Claiborne.

LOUISIANA DIKSIMERDEKA.COM – Liburan musim panas yang seharusnya penuh suka cita mendadak berubah menjadi mimpi buruk bagi sebuah keluarga di Amerika Serikat. Seorang anak perempuan berusia delapan tahun dilaporkan meninggal dunia secara tragis akibat terinfeksi amoeba pemakan otak di Louisiana.

Dilansir The Guardian, korban yang diketahui bernama Lillian Smart tersebut diduga kuat terpapar organisme mikroskopis nan mematikan, Naegleria fowleri, saat tengah asyik berenang di perairan Danau Claiborne tepat sehari setelah ia merayakan hari ulang tahunnya.

Korban yang diidentifikasi bernama Lillian Smart, warga asal Ruston, mengembuskan napas terakhirnya pada hari Sabtu, tepat sehari setelah merayakan ulang tahunnya. Kabar duka ini disampaikan langsung oleh pihak keluarga melalui unggahan publik di halaman Facebook “Love for Lillian”.

“Tadi malam Lillian berlari dari pelukan kami ke pelukan tuhan,” tulis keluarganya dalam unggahan tersebut. “Luka di otaknya terlalu parah untuk dipulihkan oleh tubuh kecilnya. Semua orang telah melakukan semua yang mereka bisa untuk mempertahankannya di sini. Kami patah hati dan sejujurnya tidak tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya. Bagaimana kami melangkah ke depan tanpa putri kami?”

Baca juga :  Pengamat : Percepat Net Zero Emission Untuk Atasi Krisis Iklim

Konfirmasi Otoritas Kesehatan

Departemen Kesehatan Negara Bagian Louisiana pada 19 Agustus mengonfirmasi bahwa seorang warganya telah terinfeksi amoeba mematikan Naegleria fowleri. Pihak berwenang menyebutkan bahwa paparan organisme mikroskopis tersebut kemungkinan besar terjadi saat korban berenang di Danau Claiborne, wilayah Claiborne Parish. Teman-teman dari pihak keluarga kemudian membenarkan bahwa warga yang terinfeksi itu adalah Lillian, sebagaimana dikutip dari sejumlah laporan media lokal.

Infeksi yang disebabkan oleh amoeba Naegleria fowleri ini diketahui hampir selalu berujung pada kematian.

Melansir laporan dari stasiun televisi KNOE, Lillian telah dirawat di rumah sakit sejak 15 Agustus lalu. Di tengah masa kritis yang dihadapi keluarganya, lebih dari dua lusin pelaku usaha di Ruston turut menunjukkan simpati dan dukungan. Mereka mendonasikan sebagian hasil penjualan mereka untuk membantu keluarga Smart, seperti yang tercatat di halaman Facebook tersebut.

Baca juga :  Panas Brutal Terjang Pakistan dan India, Suhu Tembus 46 Derajat

Langka dan Dipicu oleh Perubahan Iklim

Kasus infeksi Naegleria fowleri terbilang sangat langka. Sejak tahun 2011, hanya segelintir kasus yang tercatat di negara bagian Louisiana.

Amoeba ini tumbuh subur di air tawar yang hangat dan paling sering ditemukan di negara-negara bagian selatan Amerika Serikat selama musim panas. Menurut data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), hanya ada sekitar 180 kasus yang pernah teridentifikasi di AS sejak tahun 1937.

Kejadian serupa sebelumnya pernah terjadi pada tahun 2023, di mana seorang anak di Arkansas meninggal dunia usai terinfeksi Naegleria fowleri dari sebuah fasilitas bermain air (splash pad) di sebuah country club di Little Rock, ibu kota negara bagian tersebut.

Baca juga :  Akhir Tahun 2023, KMHDI Soroti 3 Isu Mulai Pelemahan Demokrasi Hingga Karhutla

Amoeba Naegleria fowleri dapat bersarang di berbagai perairan air tawar yang hangat di seluruh penjuru negeri, termasuk di danau, sungai, dan kolam. Namun, organisme ini tidak bisa hidup di air asin laut maupun di kolam renang yang diklorinasi dan dirawat dengan prosedur yang benar.

Para pakar kesehatan mengingatkan bahwa krisis iklim yang memicu kenaikan suhu bumi saat ini menyebabkan amoeba tersebut mulai bermunculan di wilayah-wilayah AS yang sebelumnya tidak biasa, seperti di kawasan utara dan barat.

Organisme ini menjadi penyebab utama primary amebic meningoencephalitis (PAM), yakni infeksi otak parah yang terjadi ketika air yang terkontaminasi masuk melalui hidung, lalu amoeba tersebut bergerak naik dan merusak jaringan otak.

Meski sangat berbahaya, seseorang tidak akan terinfeksi hanya dengan menelan air yang mengandung Naegleria fowleri. Penyakit ini juga dipastikan tidak dapat menular dari satu orang ke orang lain.