PONTIANAK DIKSIMERDEKA.COM – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengganggu aktivitas penerbangan di Kalimantan. Seluruh penerbangan di Bandara Singkawang, Kalimantan Barat, dibatalkan pada Sabtu(22/8/2026). karena kondisi kabut asap dinilai mengganggu keselamatan penerbangan.

Bandara Singkawang melalui infografis yang diunggah di akun Instagram resminya menyampaikan pembatalan tersebut dilakukan demi keselamatan penerbangan. Penumpang yang terdampak diminta menghubungi maskapai masing-masing.

Bandara yang melayani penerbangan domestik itu berada di wilayah barat Pulau Kalimantan, sekitar 145 kilometer sebelah utara Pontianak, ibu kota Kalimantan Barat.

Gangguan penerbangan ini terjadi ketika pemerintah masih berjibaku menangani kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah Kalimantan. Kementerian Perhubungan menyatakan terus memantau perkembangan kabut asap serta dampaknya terhadap operasional penerbangan di sejumlah bandara.

Baca juga :  Prabowo Turun ke Kalbar, 198 Hotspot Karhutla Terdeteksi: Ketapang-Kubu Raya Jadi Sorotan

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa menegaskan, jarak pandang menjadi salah satu faktor penting dalam keselamatan penerbangan. Ketika jarak pandang berada di bawah batas operasional yang dipersyaratkan, penerbangan dapat ditunda, dialihkan, bahkan dibatalkan.

“Keselamatan penerbangan adalah prioritas utama. Operator diwajibkan melakukan penyesuaian ketika kondisi jarak pandang tidak memenuhi persyaratan. Kami terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan,” kata Lukman dalam keterangannya.

Hotspot Karhutla Tersebar di Tiga Provinsi

Kementerian Perhubungan juga mengungkap data pemantauan satelit NASA Terra/Aqua. Hingga Jumat pukul 21.30 waktu setempat, terdeteksi 126 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di tiga provinsi Kalimantan.

Rinciannya, 56 titik panas berada di Kalimantan Tengah, 51 titik di Kalimantan Barat, dan 19 titik di Kalimantan Selatan.

Baca juga :  Prabowo Turun ke Kalbar, 198 Hotspot Karhutla Terdeteksi: Ketapang-Kubu Raya Jadi Sorotan

Masalahnya bukan sekadar titik merah di peta. Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejumlah wilayah di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah bahkan mengalami kualitas udara yang masuk kategori sangat tidak sehat.

Kondisi tersebut membuat penanganan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pemadaman dari darat. Operasi pemadaman melalui jalur darat dan udara terus dilakukan, termasuk dengan metode water bombing.

Pemerintah juga telah menyiapkan operasi modifikasi cuaca. Namun, pelaksanaannya tetap bergantung pada ketersediaan kondisi awan yang sesuai.

Polisi Tetapkan Tersangka

Di tengah penanganan kebakaran, aparat kepolisian juga bergerak di jalur penegakan hukum.

Polda Kalimantan Tengah telah menetapkan sekitar 12 tersangka dalam sejumlah perkara kebakaran hutan dan lahan hingga pertengahan Agustus, berdasarkan laporan Antara pada 19 Agustus.

Baca juga :  Prabowo Turun ke Kalbar, 198 Hotspot Karhutla Terdeteksi: Ketapang-Kubu Raya Jadi Sorotan

Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Iwan Kurniawan mengatakan seluruh kasus karhutla di wilayah tersebut sedang diselidiki untuk mengetahui penyebab kebakaran sekaligus pihak yang bertanggung jawab.

Penyelidikan itu telah menghasilkan penetapan tersangka dalam beberapa perkara.

Kabut asap yang kini sampai mengganggu penerbangan menjadi pengingat bahwa karhutla bukan sekadar persoalan lingkungan. Ketika jarak pandang turun, pesawat harus berhenti terbang. Ketika kualitas udara memburuk, masyarakat ikut menanggung risikonya.

Karena itu, selain pemadaman, pengusutan penyebab kebakaran dan penindakan terhadap pihak yang terbukti bertanggung jawab menjadi bagian penting agar persoalan yang sama tidak terus berulang.