Kabut Asap dari Sumatera dan Kalimantan Mulai Mengancam Singapura
SINGAPURA, DIKSIMERDEKA.COM – Kabut asap dari Sumatera dan Kalimantan mulai mengintai Singapura. Kualitas udara di wilayah tengah negeri jiran itu tercatat mencapai PSI 81 pada Minggu (9/8/2026), masih dalam kategori sedang, tetapi pemerintah mulai bersiap menghadapi kemungkinan memburuknya kondisi udara.
Dilansir The Strait Times, kualitas udara di Singapura mulai memburuk. Indeks Standar Polutan atau Pollutant Standards Index (PSI) di wilayah tengah Singapura mencapai 81 pada pukul 13.00 waktu setempat, Minggu (9/8/2026). Angka tersebut masih berada dalam kategori sedang, tetapi pemerintah mulai bersiap menghadapi potensi kabut asap lintas batas.
Badan Lingkungan Nasional Singapura atau National Environment Agency (NEA) menyebut kondisi cuaca kering di kawasan regional telah memperparah situasi titik panas kebakaran di sejumlah wilayah Indonesia.
Titik panas dan kepulan asap terpantau di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan. Dengan kondisi angin yang bertiup dari tenggara, asap berpotensi bergerak menuju Singapura, terutama yang berasal dari titik panas di wilayah selatan Sumatera.
NEA mengingatkan, kondisi kering diperkirakan masih bertahan sepanjang pekan mendatang. Jika kebakaran terus berlangsung, risiko kabut asap yang menyelimuti Singapura bisa meningkat.
PSI 81, Masih Sedang Tapi Mulai Diwaspadai
PSI sebesar 81 masih masuk kategori moderate atau sedang. Namun, pemerintah Singapura sudah menyiapkan langkah antisipasi apabila kualitas udara terus memburuk.
NEA mengatakan, jika PSI 24 jam menembus angka 100 dan masuk kategori tidak sehat, sebanyak 28 lembaga pemerintah yang tergabung dalam satuan tugas kabut asap siap menjalankan rencana penanganan masing-masing.
Artinya, pemerintah belum menganggap situasi saat ini sebagai kondisi darurat, tetapi mesin antisipasi sudah disiapkan.
NEA juga memastikan pemantauan terhadap perkembangan kualitas udara dan pergerakan kabut asap terus dilakukan.
Asap dari Sumatera Berpotensi Terbawa Angin
Salah satu kekhawatiran utama Singapura adalah arah angin.
NEA menyebut angin tenggara yang sedang bertiup dapat membawa asap dari kawasan yang mengalami kebakaran menuju Singapura.
Wilayah selatan Sumatera menjadi perhatian khusus karena sejumlah titik panas terpantau di kawasan tersebut.
Jika kebakaran semakin meluas dan kondisi angin tetap mendukung pergerakan asap, kualitas udara di Singapura berpotensi mengalami penurunan lebih lanjut.
Namun, hingga Minggu (9/8/2026), kondisi tersebut belum membuat PSI Singapura masuk kategori tidak sehat.
Kalimantan Juga Jadi Sorotan
Situasi serupa juga terjadi di Kalimantan.
Dalam beberapa hari terakhir, kepulan asap dari Kalimantan telah terlihat bergerak menuju Sarawak, Malaysia.
Meski demikian, arah angin yang berlaku sejauh ini belum membawa polutan tersebut ke Singapura.
Kondisi tersebut masih dapat berubah jika pola angin bergeser atau aktivitas pembakaran meningkat.
Karena itu, pemerintah Singapura memilih meningkatkan kewaspadaan di tengah prakiraan cuaca kering yang masih akan berlangsung.
Pemerintah Sudah Siapkan Rencana Aksi
Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Singapura Grace Fu sebelumnya telah memperingatkan potensi peningkatan risiko kabut asap lintas batas.
Pada 5 Agustus, Fu mengatakan cuaca kering yang diperkirakan terjadi dalam sepekan dapat meningkatkan risiko kabut asap transboundary haze jika aktivitas pembakaran di Kalimantan dan Sumatera bagian selatan meningkat.
Pemerintah Singapura pun menegaskan satuan tugas kabut asap siap menjalankan rencana aksi apabila kualitas udara mulai terdampak.
NEA menyatakan akan terus memantau perkembangan kondisi kabut asap dan memberikan informasi terbaru apabila terjadi perubahan situasi.
Ancaman Belum Jadi Darurat
Dengan PSI 81, kualitas udara Singapura masih berada dalam kategori sedang. Namun, kondisi regional menunjukkan adanya potensi peningkatan kabut asap apabila kebakaran di Indonesia terus bertahan di tengah cuaca kering.
Bagi Singapura, persoalan kabut asap bukan sekadar masalah kualitas udara lokal. Pergerakan asap lintas batas sangat bergantung pada lokasi kebakaran, intensitas api, kondisi cuaca dan arah angin.
Untuk saat ini, angka PSI 81 belum masuk kategori tidak sehat. Tetapi jika angka tersebut terus naik melewati 100, 28 lembaga pemerintah Singapura siap mengaktifkan rencana penanganan kabut asap masing-masing.

Tinggalkan Balasan