YOGYAKARTA, DIKSIMERDEKA.COM – Sedang tren di berbagai kalangan, slow jogging ternyata bukan sekadar lari santai. Menurut Pakar Fisiologi Olahraga UGM, olahraga ini mampu membantu membakar lemak, menjaga kesehatan jantung, hingga meningkatkan kesehatan mental. Namun, manfaat tersebut hanya bisa dirasakan jika dilakukan dengan teknik dan durasi yang tepat.

Pakar Fisiologi Olahraga Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dr. dr. Zainal Muttaqin, Ph.D., Sp.BS, mengatakan slow jogging dilakukan dengan intensitas ringan sehingga pelakunya masih bisa tersenyum, berbicara tanpa terengah-engah, dan bernapas dengan nyaman selama berlari.

Menurutnya, ada beberapa hal penting yang perlu dipersiapkan sebelum mulai berolahraga agar manfaatnya maksimal dan risiko cedera dapat diminimalkan.

“Minumlah air 2–3 jam sebelum olahraga, minum lagi 30 menit sebelum mulai, dan dianjurkan minum setiap 15 menit saat beraktivitas,” ujar Zainal, Senin (3/8).

Selain menjaga asupan cairan, pemilihan sepatu juga tidak boleh diabaikan. Ia mengingatkan agar menggunakan sepatu yang layak dan sesuai dengan bentuk kaki untuk membantu melindungi lutut serta sendi panggul dari benturan selama berlari.

Bantu Bakar Lemak dan Sehatkan Jantung

Di balik ritmenya yang santai, slow jogging mampu memberikan manfaat besar bagi kesehatan jantung.

Baca juga :  58% Dana Desa Dialihkan ke Koperasi, Akademisi UGM: Ini Tidak Adil!

Aktivitas ini membuat jantung bekerja lebih efektif dalam memompa darah ke seluruh tubuh, termasuk hingga ke jaringan kulit. Sirkulasi darah yang lebih lancar juga berkontribusi menjaga kesehatan kulit sekaligus meningkatkan kebugaran secara keseluruhan.

Tak hanya itu, slow jogging juga menjadi pilihan olahraga yang efektif untuk membantu menurunkan berat badan.

Zainal menjelaskan pembakaran lemak justru lebih optimal ketika seseorang melakukan aktivitas fisik dengan intensitas ringan tetapi dalam durasi yang cukup lama.

“Jadi pembakaran lemak itu memang olahraga yang intensitasnya ringan tapi lama,” tegasnya.

Menjaga Kesehatan Mental

Manfaat slow jogging tidak hanya dirasakan oleh tubuh, tetapi juga kesehatan mental.

Menurut Zainal, gerakan berlari santai dapat merangsang aktivitas saraf vagus atau saraf kranial ke-10 yang berperan menjaga keseimbangan sistem tubuh antara respons terhadap stres (fight or flight) dan kondisi rileks (rest and digest).

Aktivasi saraf tersebut membuat seseorang menjadi lebih tenang, sabar, ceria, serta tidak mudah marah maupun mengalami stres berkepanjangan.

Baca juga :  Komitmen Bersama Penyelenggaraan Olahraga yang Aman dari COVID-19

Bahkan, olahraga rutin juga dinilai dapat membantu menurunkan risiko depresi.

“Orang dengan badan yang segar karena melakukan olahraga biasanya tidak gampang marah, tidak gampang depresi, tidak gampang sedih, jadi akan lebih semangat,” jelasnya.

Ia menambahkan, manfaat kesehatan mental akan semakin terasa jika olahraga dilakukan bersama teman atau komunitas karena mampu membangun co-regulation, yaitu proses saling memengaruhi kondisi psikologis sehingga tubuh menjadi lebih rileks dan nyaman.

Jangan Lupakan Pemanasan

Meski tergolong olahraga ringan, Zainal mengingatkan pentingnya melakukan pemanasan sebelum mulai slow jogging.

Pemanasan membantu meningkatkan suhu tubuh, memperlancar distribusi darah, sekaligus membuat otot lebih lentur sehingga risiko kram maupun cedera dapat dikurangi.

Selama berlari, pelaku juga harus memperhatikan ritme napas.

Jika mulai terengah-engah, berarti intensitas latihan sudah terlalu berat dan sebaiknya segera dikurangi.

Ia merekomendasikan durasi latihan sekitar 30 hingga 45 menit dengan frekuensi tiga sampai lima kali dalam seminggu untuk memperoleh manfaat optimal.

Pemula Jangan Ngoyo

Bagi masyarakat yang baru mulai berolahraga, Zainal mengingatkan agar tidak memaksakan diri.

Baca juga :  Harga BBM Naik, Guru Besar UGM Warning Nelayan Bisa Tumbang

Ia menyarankan pemula memulai latihan dari durasi singkat, sekitar 5 hingga 10 menit, kemudian meningkatkannya secara bertahap sesuai kemampuan tubuh.

Selain itu, kualitas tidur juga harus diperhatikan karena tubuh memerlukan waktu istirahat yang cukup sebelum melakukan aktivitas fisik.

“Siapapun yang baru olahraga itu mohon kendalikan emosi, jangan ngoyo dan harus bertahap, step by step,” tegasnya.

Dengan persiapan yang baik, teknik yang benar, serta dilakukan secara rutin, slow jogging dapat menjadi salah satu olahraga sederhana yang memberikan manfaat besar, mulai dari menjaga kesehatan jantung, membantu membakar lemak, hingga meningkatkan kesehatan mental tanpa harus mengeluarkan biaya mahal.

Slow Jogging Cocok untuk Semua Usia

Menurut Zainal, slow jogging merupakan olahraga yang relatif aman dilakukan oleh berbagai kelompok usia, mulai dari anak muda hingga lansia, selama disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing. Kuncinya adalah menjaga intensitas tetap ringan dan tidak memaksakan kemampuan tubuh. Dengan dilakukan secara konsisten, olahraga sederhana ini mampu meningkatkan kebugaran, menjaga daya tahan tubuh, serta menjadi investasi kesehatan jangka panjang tanpa harus mengeluarkan biaya besar.