DIKSIMERDEKA.COM CARACAS –Operasi penyelamatan korban Gempa Venezuela memasuki masa emas 72 jam. Tim penyelamat dari berbagai negara berpacu dengan waktu untuk mencari korban yang masih tertimbun reruntuhan setelah Gempa Venezuela mengguncang pesisir utara Venezuela pada Rabu (24/6) sore waktu setempat. Ribuan orang dikhawatirkan menjadi korban jiwa akibat bencana yang meratakan puluhan bangunan tersebut.

Kamis (25/6/2026) pukul 05.05 WIB,Gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 terjadi hampir bersamaan dengan selang waktu kurang dari 40 detik. Guncangan kuat itu menyebabkan kerusakan parah di wilayah pesisir utara, termasuk kawasan sekitar Bandara Internasional Simón Bolívar, pintu gerbang utama Venezuela yang juga mengalami kerusakan berat.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio memastikan Departemen Pertahanan AS akan membantu pengerahan tim pencarian dan penyelamatan ke wilayah terdampak. Menurutnya, kebutuhan paling mendesak saat ini adalah operasi evakuasi korban yang masih tertimbun bangunan runtuh.

“Puluhan gedung ambruk. Mereka membutuhkan banyak bantuan untuk menggali reruntuhan. Tujuh puluh dua jam pertama merupakan masa emas untuk menyelamatkan korban yang masih hidup,” ujar Rubio kepada wartawan.

Wilayah yang mengalami kerusakan terparah berada di sekitar kota La Guaira, Catia La Mar, dan Caraballeda. Sejumlah apartemen bertingkat roboh hingga rata dengan tanah. Warga terlihat panik mencari anggota keluarga yang hilang. Bahkan, beberapa keluarga beranggotakan empat hingga lima orang dilaporkan belum ditemukan.

Baca juga :  Krisis Sudan Memburuk, 19 Juta Orang Terancam Kelaparan di Tengah Minimnya Bantuan

Penjabat Presiden Venezuela Delcy Rodríguez menyebut bencana tersebut sebagai tragedi besar. Pemerintah menetapkan wilayah La Guaira sebagai zona bencana.

“Ini adalah tragedi yang sangat besar. Saat ini seluruh upaya difokuskan pada penyelamatan korban,” katanya dalam pidato yang disiarkan televisi nasional.

Ibu kota Caracas juga terdampak cukup parah. Sejumlah bangunan di kawasan Altamira dan Los Palos Grandes runtuh. Hingga Kamis sore waktu setempat, pemerintah mencatat sedikitnya 188 orang meninggal dunia dan 157 lainnya masih dinyatakan hilang.

Kepala Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (OCHA), Tom Fletcher, mengatakan organisasi internasional telah mengerahkan seluruh sumber daya untuk membantu Venezuela.

“Kami memobilisasi personel, solidaritas internasional, dan terutama dukungan pencarian serta penyelamatan bagi masyarakat yang kehilangan begitu banyak. Sekarang adalah waktunya bertindak,” ujarnya.

Data OCHA menunjukkan lebih dari 100 bangunan runtuh hanya di wilayah La Guaira. Di antaranya apartemen Ritasol Palace serta Hotel Eduard yang berada di kawasan tepi pantai. Korban yang masih hilang mencakup anak-anak berusia lima tahun hingga lanjut usia.

Baca juga :  AS, Kuba, Iran hingga China Kirim Bantuan, Dunia Bersatu Bantu Venezuela

Operasi penyelamatan korban Gempa Venezuela masih terus berlangsung dengan melibatkan ribuan personel gabungan dari tim pemadam kebakaran, militer, kepolisian, relawan, hingga organisasi kemanusiaan. Alat berat dikerahkan untuk menyingkirkan puing-puing bangunan yang runtuh, sementara anjing pelacak dan peralatan pendeteksi korban digunakan untuk mencari tanda-tanda kehidupan di bawah reruntuhan.

Pemerintah Venezuela juga telah mendirikan sejumlah posko darurat dan tempat penampungan sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat Gempa Venezuela. Bantuan berupa makanan, air bersih, selimut, obat-obatan, dan layanan kesehatan mulai disalurkan ke wilayah-wilayah terdampak, meski distribusinya terkendala akses jalan yang rusak dan padamnya jaringan listrik di beberapa daerah.

Para ahli kebencanaan mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap gempa susulan yang masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan. Warga diminta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan serta mengikuti arahan dari petugas penyelamat. Hingga kini, pemerintah masih terus memperbarui data korban jiwa, korban luka, dan warga yang dinyatakan hilang seiring berlangsungnya proses evakuasi. Besarnya dampak Gempa Venezuela diperkirakan baru dapat diketahui secara menyeluruh setelah seluruh wilayah terdampak berhasil dijangkau oleh tim penyelamat.

Kekuatan gempa bahkan dirasakan hingga Kota Manaus, Brasil, yang berjarak lebih dari 1.600 kilometer dari Caracas. Guncangan membuat warga berhamburan keluar rumah demi menyelamatkan diri.

Baca juga :  Gempa Venezuela 7,5 SR Guncang Caracas, Gedung Runtuh dan Warga Panik

Hingga Kamis, gempa susulan masih terus terjadi di Venezuela bagian utara. Berbagai negara langsung menyampaikan belasungkawa sekaligus menawarkan bantuan kemanusiaan.

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan negaranya siap mengirimkan bantuan bersama negara-negara Eropa. Sebanyak 85 personel penyelamat khusus segera diberangkatkan ke Venezuela.

Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah tersebut dan memuji ketangguhan rakyat Venezuela dalam menghadapi berbagai krisis selama beberapa tahun terakhir.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut menyatakan kesiapan pemerintahannya membantu proses tanggap darurat.

“Amerika Serikat siap membantu. Saya telah memerintahkan seluruh lembaga pemerintah untuk bergerak secepat mungkin,” ujarnya.

Rodríguez menyampaikan apresiasi atas gelombang dukungan dari masyarakat internasional. Menurutnya, rakyat Venezuela tidak akan melupakan bantuan yang diberikan berbagai negara pada masa sulit tersebut.

Berdasarkan rekaman udara yang dirilis pemerintah, wilayah La Guaira yang menjadi titik terparah bencana tampak luluh lantak. Deretan kota pesisir dan kawasan wisata di sepanjang pantai Karibia mengalami kerusakan masif, sementara banyak bangunan di tepi pantai hancur total akibat guncangan gempa.