DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Pemerintah Kota Denpasar terus memperkuat ketahanan ekonomi daerah melalui percepatan transformasi digital dan pengendalian inflasi sebagai strategi menjaga stabilitas ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam pelaksanaan High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Denpasar yang berlangsung di Aston Denpasar Hotel and Convention Center, Rabu (24/6).

Kegiatan tersebut dihadiri Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, Sekda Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Ronald D. Parluhutan, Kepala Bulog Provinsi Bali Simon Melki Sedek, Direktur Teknologi Informasi BPD Bali IB Gede Setia Yasa, perwakilan Kadin Bali, Ketua IPPAT Denpasar, serta unsur perangkat daerah dan instansi terkait.

Dalam sambutannya, Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menegaskan bahwa digitalisasi daerah merupakan salah satu instrumen penting untuk memperkuat daya tahan ekonomi di tengah tantangan global yang terus berkembang.

Baca juga :  Tahun 2024, Pemkot Denpasar Prioritas Bangun Gedung di 11 Sekolah

Menurutnya, transformasi digital bukan sekadar penerapan teknologi, tetapi juga harus mampu menghadirkan pelayanan yang lebih mudah, cepat, efektif, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Jaya Negara menjelaskan bahwa penguatan digitalisasi turut mendukung peningkatan penerimaan daerah, khususnya melalui optimalisasi sektor pajak daerah.

Ia mengapresiasi berbagai inovasi yang dikembangkan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Denpasar yang dinilai mampu menjaga performa pendapatan daerah di tengah keterbatasan ruang fiskal akibat penurunan dana transfer.

“Berbagai inovasi yang dijalankan menjadi langkah strategis untuk menjaga kemandirian fiskal daerah sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Ronald D. Parluhutan mengapresiasi konsistensi Pemkot Denpasar dalam menjaga stabilitas harga melalui penguatan koordinasi pengendalian inflasi.

Baca juga :  Warga Denpasar Diminta Membeli Gas 3 Kg di Pangkalan

Menurutnya, Denpasar memiliki peran penting terhadap pembentukan Indeks Harga Konsumen (IHK) Bali sehingga keberhasilan pengendalian inflasi di ibu kota provinsi akan memberi dampak positif terhadap kondisi ekonomi Bali secara keseluruhan.

Meski demikian, kewaspadaan terhadap potensi kenaikan harga, khususnya komoditas pangan, tetap perlu diperkuat.

Ketua Harian TP2DD dan TPID Kota Denpasar yang juga Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, didampingi Plt. Kepala Bapenda Kota Denpasar Ida Bagus Alit Adi Merta menjelaskan bahwa pengendalian inflasi terus dilakukan melalui strategi 4K, yakni menjaga keterjangkauan harga, memastikan ketersediaan pasokan, memperlancar distribusi, serta memperkuat komunikasi yang efektif.

Berbagai langkah telah dilakukan mulai dari operasi pasar, bazar pangan, pemantauan komoditas strategis, hingga memperluas kerja sama antar daerah.

Pada saat yang sama, implementasi digitalisasi pembayaran daerah terus menunjukkan perkembangan positif. Seluruh jenis pembayaran pajak daerah kini telah mencapai 95 persen secara digital.

Baca juga :  Pemkot Denpasar Akan Bangun Sinergitas Lintas Sektor Guna Tekan Inflasi

Capaian tersebut didukung berbagai inovasi yang terus dikembangkan, seperti Reditia, Melodi Sanur, Paon Gatsu, KLADI 5B, Pagi Bersinar BPHTB, SIPARKIR, dan SIPERDI.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Jaya Negara juga meluncurkan dua inovasi baru yakni Kedai Pasar (Kawasan Ekonomi Digital Terintegrasi) yang dikembangkan di kawasan Panjer, Sesetan, dan Sidekarya serta SMALDING (Smart Building Dharma Negara Alaya) sebagai model pengelolaan aset pemerintah berbasis data dan teknologi.

Selain itu, Pemkot Denpasar turut memberikan penghargaan kepada perangkat daerah dan fasilitas kesehatan yang menunjukkan capaian terbaik dalam implementasi transaksi keuangan digital.

Melalui penguatan kolaborasi, inovasi, serta transformasi digital yang berkelanjutan, Pemkot Denpasar optimistis mampu menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus mempercepat peningkatan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat.