DIKSIMERDEKA.COM SEATTLE SEATTLE – Absennya Christian Pulisic ternyata bukan masalah bagi Tim Nasional Amerika Serikat dalam laga Amerika Serikat vs Australia . Bermain tanpa bintang utamanya yang masih dibekap cedera betis, skuad asuhan Mauricio Pochettino tetap tampil meyakinkan dengan menaklukkan Australia 2-0 pada laga Grup D Piala Dunia 2026, Jumat (19/6).

Kemenangan ini memastikan Amerika Serikat melangkah ke babak gugur meski masih menyisakan satu pertandingan di fase grup. Bahkan, Tim Paman Sam kini berada di posisi yang sangat baik untuk finis sebagai juara Grup D.

Amerika Serikat hanya membutuhkan hasil imbang saat menghadapi Turki pada laga terakhir grup untuk mengunci posisi puncak klasemen dan mendapatkan lawan yang relatif lebih ringan di babak 32 besar.

Nasib Christian Pulisic untuk pertandingan tersebut masih belum pasti. Kondisi betis kiri punggawaAC Milan itu disebut terus membaik, namun tim pelatih tidak ingin mengambil risiko dengan memaksanya kembali bermain terlalu cepat.

Seperti saat menggulung Paraguay 4-1 pada laga pembuka, Amerika Serikat kembali mendapat keuntungan dari gol bunuh diri lawan. Kali ini Australia dibuat terpukul setelah Cameron Burgess salah mengantisipasi umpan silang Folarin Balogun dan mengirim bola ke gawang sendiri pada menit ke-11.

Baca juga :  Australia vs Turki 2-0, Irankunda dan Beach Bikin Kejutan Besar

Atmosfer Stadion Lumen Field yang dipadati 66.925 penonton semakin bergemuruh menyambut gol cepat tersebut. Dukungan fanatik publik Seattle membuat para pemain Amerika Serikat tampil penuh percaya diri sepanjang pertandingan.

Gol kedua lahir menjelang turun minum. Alex Freeman, putra mantan bintang NFL Antonio Freeman, menunjukkan naluri tajamnya di depan gawang. Memanfaatkan bola liar hasil tembakan Sergiño Dest yang berbelok arah, Freeman menyundul bola masuk ke gawang Australia.

Gol tersebut sempat diperiksa melalui VAR karena posisi Freeman sangat tipis. Namun setelah pengecekan berlangsung cukup menegangkan, wasit akhirnya mengesahkan gol tersebut.

Bagi Freeman, itu menjadi gol pertamanya di Piala Dunia dan langsung membawa Amerika Serikat semakin nyaman memimpin pertandingan.

Meski tidak tampil seatraktif saat melumat Paraguay, Amerika Serikat tetap menunjukkan kualitas permainan yang solid. Folarin Balogun kembali menjadi ancaman utama di lini depan, sementara Sergiño Dest tampil agresif membantu serangan dari sisi lapangan.

Dominasi Amerika Serikat juga tercermin dari statistik pertandingan. Tim asuhan Mauricio Pochettino menguasai 63 persen penguasaan bola, berbanding 37 persen milik Australia. Keunggulan tersebut membuat Tim Paman Sam mampu mengontrol ritme permainan sejak menit awal hingga peluit panjang berbunyi.

Baca juga :  Prediksi Spanyol vs Cape Verde: La Roja Bidik Start Sempurna

Tidak hanya unggul dalam penguasaan bola, Amerika Serikat juga lebih rapi dalam membangun serangan. Mereka membukukan 494 operan dengan tingkat akurasi mencapai 87 persen. Sebaliknya, Australia hanya mencatatkan 249 operan dengan akurasi 77 persen.

Dalam menciptakan peluang, Amerika Serikat tampil lebih efektif dengan melepaskan delapan tembakan, dua di antaranya tepat sasaran. Australia hanya mampu menghasilkan lima percobaan tembakan dengan dua yang mengarah ke gawang.

Keunggulan Amerika Serikat semakin terlihat dari situasi bola mati. Mereka memperoleh tujuh tendangan sudut, hampir dua kali lipat dibanding empat sepak pojok milik Australia. Pertandingan juga berlangsung cukup keras. Australia melakukan 16 pelanggaran dan menerima empat kartu kuning, sementara Amerika Serikat melakukan 12 pelanggaran dan mendapat tiga kartu kuning.

Data statistik tersebut menunjukkan bagaimana Amerika Serikat mendominasi hampir seluruh aspek permainan. Selain unggul dalam penguasaan bola dan distribusi umpan, mereka juga lebih efektif dalam membangun serangan serta menjaga tekanan terhadap lawan sepanjang pertandingan.

Di lini tengah, Tyler Adams bekerja tanpa lelah menjaga keseimbangan permainan. Weston McKennie beberapa kali melakukan penetrasi berbahaya, sedangkan Malik Tillman kembali menunjukkan kemampuannya menghubungkan lini tengah dan lini depan.

Baca juga :  Prediksi Belgia vs Mesir: 3 Alasan Salah Bisa Gagalkan Belgia

Lini pertahanan Amerika Serikat juga tampil disiplin. Chris Richards dan Alex Freeman mampu meredam sejumlah upaya Australia untuk mengejar ketertinggalan.

Keputusan Mauricio Pochettino memainkan Ricardo Pepi sebagai starter menggantikan Pulisic sempat memunculkan tanda tanya. Namun penyerang muda itu mampu menjalankan perannya dengan baik, terutama saat membantu tekanan tinggi yang diterapkan Amerika Serikat.

Walau tidak mencetak gol, kontribusi Pepi membantu tim mempertahankan intensitas permainan sepanjang laga.

Kemenangan atas Australia menjadi bukti bahwa Amerika Serikat tidak bergantung pada satu pemain. Absennya Christian Pulisic memang terasa, tetapi kolektivitas permainan yang ditunjukkan skuad Pochettino memberikan optimisme besar bagi para pendukung mereka.

Dengan dua kemenangan beruntun di Piala Dunia 2026, Amerika Serikat mencatat sejarah baru. Untuk pertama kalinya sejak Piala Dunia 1930, mereka mampu memenangkan dua pertandingan beruntun di putaran final Piala Dunia.

Kini, langkah Tim Paman Sam menuju fase gugur semakin terbuka. Tantangan berikutnya adalah menghadapi Turki untuk memastikan posisi juara Grup D sekaligus menjaga momentum menuju fase knockout.