DIKSIMERDEKA.COM MADRID – Di tengah meningkatnya polarisasi politik di berbagai negara, Paus Leo XIV mengirim pesan tegas kepada para pemimpin dunia. Dalam lawatan resminya ke Spanyol, pemimpin Gereja Katolik itu meminta para politisi berhenti memecah belah masyarakat demi keuntungan politik jangka pendek dan kembali mengutamakan persatuan.

Kehadiran Paus Leo di Spanyol menjadikan kelompok-kelompok yang selama ini berada di pinggiran sebagai fokus utama kunjungannya. Selain menemui para tunawisma di Madrid, ia juga dijadwalkan bertemu para migran di Kepulauan Canary serta penyintas pelecehan seksual oleh rohaniwan Gereja Katolik.

Lawatan ini menjadi kunjungan pertama seorang paus ke Spanyol sejak 2011 dan sekaligus menjadi perjalanan pertama Paus Leo ke negara Uni Eropa di luar Italia sejak terpilih sebagai pemimpin Gereja Katolik.

Ribuan warga memadati jalan-jalan Madrid untuk menyambut kedatangannya. Dengan menggunakan popemobile, Paus Leo berkeliling kota sebelum menghadiri sejumlah agenda resmi.

Dalam pidatonya di Istana Kerajaan Madrid yang dihadiri Raja Felipe VI, Paus Leo mengingatkan bahaya politik yang mengandalkan perpecahan sosial untuk meraih dukungan publik.

Baca juga :  Wabah Hantavirus Tewaskan 3 Orang, Kapal Pesiar MV Hondius Bergerak ke Spanyol

“Saat ini, godaan untuk meraih popularitas dengan menyulut api polarisasi tampaknya semakin besar, bukan semakin kecil, dan martabat manusia terus dilanggar,” kata Paus.

Ia juga mengajak seluruh pihak meninggalkan narasi yang hanya memperuncing perbedaan.

“Saya mengajak semua pihak untuk meninggalkan narasi yang memecah belah dan mempolarisasi realitas sosial maupun sejarah Anda agar dapat mengatasi penyederhanaan yang mandul melalui penghargaan yang produktif terhadap kompleksitas,” ujarnya.

Migran dan Korban Pelecehan Jadi Perhatian

Paus Leo di Spanyol tidak hanya membawa pesan politik dan perdamaian. Ia juga memberikan perhatian besar kepada kelompok yang selama ini dianggap kurang mendapat ruang.

Selain mengunjungi para migran di Kepulauan Canary, Paus juga akan bertemu para penyintas pelecehan seksual yang dilakukan oknum rohaniwan Katolik.

Ia mengakui kasus-kasus tersebut masih meninggalkan luka mendalam.

“Kasus-kasus pelecehan masih merupakan luka yang terbuka,” katanya.

Pernyataan itu mendapat apresiasi dari Raja Felipe VI yang menilai ketegasan Paus sangat penting bagi proses penyembuhan para korban.

Baca juga :  Jurnalis Gunakan AI, Agus Sudibyo: Kanibal!

“Kejelasan dan ketegasan Anda sangat penting dalam proses penyembuhan dan pemulihan atas kerugian yang telah ditimbulkan,” ujar Raja Felipe.

Sentil Media Sosial dan AI

Dalam lawatan ini, Paus Leo juga menyinggung peran teknologi modern yang dinilai ikut memperdalam perpecahan sosial.

Ia mengisyaratkan bahwa media sosial dan perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dapat mengurangi ruang refleksi masyarakat jika tidak digunakan secara bijak.

Sebelumnya, Paus bahkan telah menerbitkan surat khusus yang membahas risiko perkembangan AI yang sangat cepat terhadap kehidupan manusia.

Menurutnya, dunia saat ini sedang menghadapi persimpangan moral yang menentukan arah masa depan umat manusia.

Belajar dari Sejarah Spanyol

Paus Leo turut menunjuk Spanyol sebagai contoh sejarah hidup berdampingan antaragama.

Ia mengingatkan bahwa pada Abad Pertengahan, umat Kristen, Muslim, dan Yahudi pernah hidup berdampingan serta bekerja sama dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

“Sejarah Anda sendiri menunjukkan bahwa budaya perjumpaan, bukan konfrontasi, adalah yang menciptakan stabilitas dan kemakmuran,” ujarnya.

Baca juga :  Penumpang Kapal Pesiar Wabah Hantavirus Mulai Dievakuasi di Tenerife

Ia menambahkan bahwa pesan perdamaian memang sering dianggap naif oleh sebagian pihak. Namun menurutnya, perdamaian tetap menjadi jalan terbaik untuk menciptakan masa depan yang lebih baik.

Bercanda Soal Bad Bunny

Di sela-sela agenda resmi, Paus Leo juga sempat melontarkan candaan yang mengundang tawa.

Menanggapi kemungkinan bertemunya dengan penyanyi Puerto Riko Bad Bunny yang sedang menggelar konser di Madrid, Paus mengaku sadar popularitas dirinya mungkin kalah dibanding sang musisi di kalangan anak muda.

“Jika mereka dihadapkan pada pertanyaan: apakah ingin melihat Bad Bunny atau ingin melihat paus, saya pikir banyak yang akan memilih melihat Bad Bunny,” ujarnya sambil tersenyum.

Namun ia kemudian menambahkan, “Tetapi saya pikir akan ada juga beberapa orang yang datang untuk melihat paus.”

Paus Leo di Spanyol dijadwalkan menyampaikan sekitar 20 pidato selama kunjungannya. Seluruh agenda tersebut berfokus pada pesan perdamaian, penghormatan terhadap martabat manusia, perlindungan migran, serta pentingnya menolak politik yang memecah belah masyarakat.