DIKSIMERDEKA.COM TENERIFE – Kapal pesiar mewah yang membawa wisatawan keliling Antartika kini berubah menjadi pusat perhatian dunia. Wabah hantavirus mematikan di atas MV Hondius menewaskan tiga orang dan memicu pelacakan darurat lintas negara.

Setelah tiga hari terkatung-katung di Perairan Cape Verde, Kapal pesiar MV Hondius yang dilanda wabah hantavirus meninggalkan negara Kepulauan Atlantik itu menuju Kepulauan Canary, Spanyol, pada Rabu (7/5/2026) waktu setempat. Otoritas kesehatan internasional (WHO) kini berpacu melakukan pelacakan kontak terhadap penumpang dan kru yang kemungkinan terpapar virus mematikan tersebut.

Kementerian Kesehatan Spanyol mengatakan perjalanan kapal dari negara kepulauan di lepas pantai barat Afrika menuju Tenerife diperkirakan memakan waktu tiga setengah hari. Keberangkatan kapal dilakukan setelah tiga orang dievakuasi dari kapal tersebut. Dua pasien diterbangkan ke Amsterdam dan ditangani tim medis khusus, sementara satu pasien lain sempat mengalami kendala penerbangan setelah pesawat yang membawanya harus mendarat darurat di Gran Canaria untuk mengisi bahan bakar.

Seorang penumpang lain yang sebelumnya berada di atas kapal juga dinyatakan positif hantavirus dan kini dirawat di rumah sakit di Swiss. Dengan tambahan kasus tersebut, total terdapat delapan kasus hantavirus yang terdiri dari tiga kasus terkonfirmasi dan lima kasus suspek. Tiga orang dilaporkan meninggal dunia dalam wabah yang diduga terjadi di atas kapal itu.

Baca juga :  Argentina Selidiki Asal Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyatakan wabah tersebut kemungkinan melibatkan penularan antarmanusia dalam skala terbatas. Setelah melakukan pengurutan genom virus, otoritas kesehatan memastikan wabah dipicu oleh strain Andes, jenis hantavirus yang diketahui dapat menular antar manusia dalam kontak sangat dekat.

Meski demikian, WHO menegaskan wabah ini belum menjadi ancaman kesehatan masyarakat global. Pelacakan kontak terus dilakukan, termasuk terhadap 88 penumpang pesawat yang pernah ditumpangi salah satu korban sebelum meninggal dunia.

Menteri Kesehatan Spanyol menyatakan kapal tersebut aman untuk bersandar di Tenerife. Namun Presiden Kepulauan Canary, Fernando Clavijo, menolak rencana itu dan meminta pertemuan darurat dengan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez.

Baca juga :  Penumpang MV Hondius Dipulangkan usai Wabah Hantavirus

“Presiden ingin mengetahui alasan kapal diarahkan ke Canary Islands ketika para penumpang sebenarnya bisa dipulangkan dari Cape Verde tanpa harus berhari-hari lagi berada di kapal,” kata kantor Clavijo.

Kapal yang dioperasikan Oceanwide Expeditions tersebut membawa hampir 150 orang, termasuk 17 warga negara Amerika Serikat. Sejauh ini, pasangan asal Belanda dan seorang warga Jerman meninggal dunia. Sementara seorang warga Inggris masih menjalani perawatan intensif di Afrika Selatan meski kondisinya dilaporkan membaik.

WHO menjelaskan gejala pasien berkembang cepat, mulai dari demam, gangguan pencernaan, hingga pneumonia akut dan gagal pernapasan. Virus hantavirus sendiri dikenal sangat mematikan. Menurut data Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sekitar 38 persen pasien yang mengalami gangguan pernapasan akibat virus ini dapat meninggal dunia.

Direktur Kesiapsiagaan Epidemi dan Pandemi WHO, Maria Van Kerkhove, mengatakan risiko bagi masyarakat umum tetap rendah.

“Ini bukan virus yang menyebar seperti flu atau Covid-19. Sangat berbeda,” kata Van Kerkhove kepada CNN.

Baca juga :  Waspada! Hantavirus dari Tikus Bisa Berujung Gagal Napas

Ia menjelaskan dugaan penularan antarmanusia kemungkinan hanya terjadi pada kontak sangat dekat seperti pasangan suami istri. WHO menduga pasangan Belanda yang meninggal dunia kemungkinan terinfeksi sebelum naik kapal, saat mengikuti tur pengamatan burung di Ushuaia, Argentina.

Pejabat Argentina yang menyelidiki asal wabah mengatakan pasangan itu kemungkinan terpapar virus saat mengunjungi tempat pembuangan sampah yang dipenuhi hewan pengerat pembawa virus.

MV Hondius sebelumnya berlayar dari Ushuaia lebih dari sebulan lalu menuju Antartika sebelum kembali dan melanjutkan perjalanan ke Saint Helena serta Cape Verde. Selama pelayaran, para penumpang mengunjungi pulau-pulau terpencil dan melakukan wisata alam yang mempertemukan mereka dengan satwa liar seperti paus, lumba-lumba, penguin, dan burung laut.

Hantavirus umumnya menular melalui urine, air liur, atau kotoran hewan pengerat yang terinfeksi. Masa inkubasi virus berkisar satu hingga enam minggu sebelum gejala muncul. Hingga kini belum ada pengobatan khusus untuk hantavirus selain penanganan gejala intens