DIKSIMERDEKA.COM TENERIFE-Kapal Pesiar MV Hondius yang menjadi pusat wabah hantavirus akhirnya tiba di Pulau Tenerife, Spanyol, Minggu pagi (10/5/2026)waktu setempat. Operasi evakuasi penumpang dari kapal pesiar tersebut kini mulai dilakukan secara bertahap dengan pengawasan ketat tim medis internasional.

Dilansir dari CNN, Kementerian Kesehatan Spanyol menyatakan kapal yang membawa 147 orang itu berlabuh di Pelabuhan Granadilla, Tenerife. Para penumpang kemudian dipindahkan menggunakan kapal kecil menuju daratan sebelum diberangkatkan ke negara masing-masing.

Sebelum proses evakuasi dilakukan, tim medis terlebih dahulu naik ke kapal untuk memeriksa kondisi penumpang dan awak kapal.

Menteri Kesehatan Spanyol Mónica García mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tidak ada penyebaran lebih lanjut dari wabah hantavirus tersebut.

Baca juga :  WHO Selidiki Asal Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius, Satu Jenazah Masih di Atas Kapal

Sejak kapal berangkat dari Argentina bulan lalu, tiga kematian dikaitkan dengan hantavirus, penyakit langka yang biasanya menyebar melalui urine atau kotoran hewan pengerat terinfeksi.

Beberapa penumpang lain sebelumnya juga telah dievakuasi dari kapal untuk menjalani perawatan medis.

Operator tur Oceanwide Expeditions menyatakan penumpang akan dipindahkan berdasarkan kewarganegaraan menggunakan kapal kecil berkapasitas maksimal 10 orang.

Sejumlah negara seperti United States, Germany, France, Belgium, Ireland, dan Netherlands disebut telah mengirim pesawat untuk mengevakuasi warga negaranya.

Baca juga :  Mencekam! Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius, 3 Tewas dan Penumpang Lain Sakit

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat atau CDC mengatakan 17 warga Amerika di kapal tersebut tidak menunjukkan gejala. Namun mereka tetap akan dibawa ke fasilitas karantina khusus di University of Nebraska Medical Center.

Setelah pemeriksaan awal, para penumpang akan menjalani pemantauan kesehatan mandiri selama 42 hari.

Sementara itu, 14 penumpang asal Spanyol menjadi kelompok pertama yang turun dari kapal. Mereka diwajibkan memakai masker FFP2 dan langsung dibawa ke rumah sakit militer untuk menjalani isolasi di kamar terpisah tanpa kunjungan.

Kementerian Kesehatan Spanyol menyebut para penumpang akan menjalani tes PCR saat tiba dan pemeriksaan ulang tujuh hari kemudian.

Baca juga :  14 Orang Tewas Tiap Jam, TBC Jadi Pembunuh Senyap di Indonesia

Kedatangan kapal tersebut sempat memicu ketegangan di Kepulauan Canary. Presiden wilayah Canary, Fernando Clavijo, sebelumnya menyatakan keberatan kapal itu berlabuh di wilayahnya.

Sejumlah pekerja pelabuhan di Tenerife bahkan sempat melakukan protes karena mengaku minim informasi mengenai risiko kesehatan dari wabah hantavirus tersebut.

Setelah seluruh penumpang diturunkan, kapal dan awaknya dijadwalkan melanjutkan perjalanan menuju Rotterdam, Belanda. Di sana kapal akan didisinfeksi secara menyeluruh.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyatakan wabah hantavirus yang pertama kali dilaporkan pada 2 Mei itu masih tergolong berisiko rendah bagi masyarakat umum.