Pengarahan Perdana Kajati Bali: Integritas Harga Mati bagi Insan Adhyaksa
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bali Setiawan Budi Cahyono menyampaikan arahan perdana. Pengarahan ini diikuti para asisten, koordinator, Kabag TU, kepala kejaksaan negeri se-Bali, pengurus IAD wilayah dan daerah, para kasi, serta seluruh pegawai Kejaksaan di wilayah Bali.
Dalam arahannya, Budi Cahyono menegaskan integritas merupakan fondasi utama institusi. Ia menekankan tidak ada toleransi terhadap pelanggaran disiplin dan meminta seluruh jajaran menjaga marwah serta kepercayaan publik terhadap Kejaksaan.
“Integritas merupakan napas institusi. Jika tidak bisa menjadi pegawai yang pintar, maka jadilah pegawai yang baik,” tegasnya.
Selain itu, ia mendorong seluruh jajaran untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman dengan meninggalkan pola kerja konvensional dan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi.
Salah satunya melalui implementasi Sistem Peradilan Pidana Terpadu Berbasis Teknologi Informasi (SPPT-TI), sekaligus memperkuat pengelolaan narasi publik dengan konten positif berbasis fakta.
Pada bidang tindak pidana khusus, Kajati Bali meminta peningkatan kualitas penyelidikan dan penyidikan, serta menekankan pentingnya pengembalian kerugian negara.
Ia juga menginstruksikan pemetaan potensi kerawanan korupsi, khususnya pada proyek-proyek strategis yang bersumber dari APBN dan APBD di Provinsi Bali.
Program Jaga Desa, lanjutnya, akan terus diperkuat sebagai upaya pendampingan pengelolaan dana desa agar tepat sasaran dan bebas dari penyimpangan.
Pendampingan hukum kepada perangkat desa juga diharapkan mampu mencegah praktik-praktik yang berpotensi merugikan masyarakat, termasuk pemerasan.
Menutup arahanya, Kajati Bali mengajak seluruh jajaran membangun suasana kerja yang harmonis, solid, dan humanis dalam pelayanan kepada masyarakat, tanpa mengurangi ketegasan dalam penegakan hukum.
“Kerjakanlah pekerjaanmu dengan sebaik-baiknya seakan-akan engkau akan hidup selamanya, dan beribadahlah seakan-akan engkau akan mati besok,” katanya.
Editor: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan