Kajati Bali Resmikan Bale Kertha Adhyaksa, Perkuat Hukum Berbasis Adat
DIKSMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bali, Dr. Ketut Sumedana, memberikan apresiasi tinggi kepada Wali Kota Denpasar dan para bendesa adat atas peresmian Bale Kertha Adhyaksa di Balai Dharma Negara Alaya, Jumat (13/5). Ia menilai langkah ini sebagai sinyal positif untuk memperluas kolaborasi hukum berbasis kearifan lokal ke seluruh Bali.
Bale Kertha Adhyaksa hadir sebagai bentuk sinergi antara living law (kearifan lokal) dan positive law (hukum nasional). Konsep ini menempatkan keadilan masyarakat sebagai prioritas utama, dengan penyelesaian konflik melalui mediasi dan perdamaian. “Pengadilan seharusnya menjadi jalan terakhir atau ultimum remidium,” tegas Kajati Bali.
Jika kebijakan ini diterapkan dengan baik, Bali dapat menjadi model nasional dalam penyelesaian hukum berbasis adat. Dalam konteks pidana, penyelesaian akan dibatasi sesuai dampak dan akibat yang ditimbulkan, sehingga tak semua kasus harus sampai ke meja hijau.
Kajati menekankan pentingnya meminimalisir perkara ke pengadilan. Selain menekan biaya negara, penyelesaian di luar pengadilan akan lebih cepat, tanpa biaya, dan mencegah konflik sosial. Dengan begitu, masyarakat yang harmonis, damai, dan toleran dapat tercipta.
Menjaga kelestarian Bali bukan hanya soal fisik, tetapi juga manusianya. Oleh sebab itu, Sumedana menyoroti pentingnya melindungi tanah dan membangun manusia Bali melalui nilai-nilai Desa Kala Patra dan Tri Hita Karana sebagai fondasi hukum masa depan.
Menurutnya, penguatan Ajeg Bali perlu dilakukan secara kolektif oleh masyarakat, pemerintah, dan lembaga terkait. Kejaksaan Tinggi Bali, melalui pendirian Bale Kertha Adhyaksa, siap mengambil peran strategis dalam menyelesaikan berbagai persoalan hukum yang muncul di Bali.
Editor: Nyoman

Tinggalkan Balasan