DIKSIMERDEKA.COM, JEMBER – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember kembali menyalurkan honorarium bagi para guru ngaji. Penyaluran tahap kedua dilakukan melalui mekanisme pembukaan rekening baru secara serentak, Rabu (1/10/2025).

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Jember, Nurul Hafid Yasin, menyebut pembukaan rekening massal ini dipilih untuk menjaga ketertiban sekaligus memudahkan proses distribusi bagi para penerima manfaat.

“Total peserta pembukaan rekening lebih dari 1.500 guru ngaji,” terang Hafid.

Pemkab Jember menggandeng Bank Jatim sebagai mitra utama. Kolaborasi ini bertujuan memastikan kelancaran pembukaan rekening dan pencairan dana insentif secara langsung tanpa hambatan teknis maupun birokrasi.

Baca juga :  Jember Fokus Cegah Penyakit Sejak Dini, Dinas Kesehatan Jember Persiapkan Diskreening Gratis untuk Siswa

Dengan mekanisme tersebut, honorarium bisa masuk tepat ke rekening penerima. Transparansi dan akuntabilitas menjadi prinsip utama dalam skema penyaluran tahap kedua ini.

Seorang guru ngaji, Baidhowi, mengungkapkan rasa syukurnya. “Pencairan honor hari ini berjalan lancar sesuai arahan Bupati. Semua penerima di desa hadir, termasuk 84 orang yang telah diusulkan sebelumnya,” ujarnya.

Baidhowi menambahkan, program ini sangat bermanfaat. “Harapannya, insentif untuk guru ngaji terus berlanjut. Karena penghasilan utama kami memang terbatas, bantuan seperti ini sangat membantu kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Baca juga :  Gerobak Cinta Gus Fawait, Langkah Jember Dorong Ekonomi Rakyat dari Pinggir Jalan

Terkait mekanisme pencairan, Baidhowi menjelaskan ada perubahan dibanding tahun lalu. “Kalau dulu pencairan dilakukan di Bank Jatim Rambi. Sekarang penyaluran di balai desa agar lebih mudah diakses masyarakat,” ungkapnya.

Ia menilai langkah baru ini lebih efektif. “Lebih dekat, biaya transportasi lebih kecil, dan tidak menyulitkan. Guru ngaji di Desa Kemiri terdiri dari bapak-bapak maupun ibu-ibu,” tambahnya.

Baca juga :  Capaian UHC Jember Tertinggi, Tokoh Masyarakat Jadi Garda Depan Sosialisasi JKN

Dari data yang diterima, jumlah penerima di Desa Kemiri mencapai 84 orang. Padahal, sebelumnya usulan penerima mencapai lebih dari 130 guru ngaji.

Sementara itu, Hafid menegaskan, distribusi tahap kedua masih terus berjalan. Pemkab berkomitmen memastikan seluruh penerima yang terdata bisa mendapatkan haknya sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Program honorarium guru ngaji ini diharapkan menjadi bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap dedikasi mereka dalam mendidik generasi melalui pendidikan keagamaan.