DIKSIMERDEKA.COM, JEMBER – Ribuan driver transportasi online datangi Kantor Pemkab Jember, Selasa (20/5/2025). Mereka menuntut keadilan atas ketimpangan tarif yang dirasa tak berpihak kepada pengemudi.

Aksi tersebut melibatkan para pengemudi ojek online (ojol) dan taksi online. Mereka berkumpul sejak pagi hari membawa poster dan spanduk berisi tuntutan.

Koordinator aksi, Dedi Novianto, menyebut bahwa selama empat tahun terakhir, tarif transportasi online tidak mengalami kenaikan.

“Padahal inflasi dan harga BBM terus naik. Tapi tarif kami tetap segitu-segitu saja,” ujar Dedi saat berorasi di depan Kantor Pemkab Jember.

Baca juga :  Jember Fokus Kembangkan UMKM dan Wisata Lewat Gelaran Karnaval SCTV 2025

Ia menambahkan, dari tarif Rp 10.000, driver hanya menerima Rp 6.000 secara kotor. Itu pun belum dipotong biaya operasional seperti bensin dan perawatan kendaraan.

“Ini sungguh tidak adil bagi kami. Beban hidup makin berat, tapi pendapatan stagnan,” imbuhnya penuh semangat di hadapan massa aksi.

Dedi menjelaskan bahwa aksi ini bukan sekadar keluhan, melainkan bentuk persatuan dari para driver online yang ingin perubahan.

Baca juga :  Bentuk Kepedulian Kepada Masyarakat, Satu-satunya di Tapal Kuda Jember Gratiskan Denda Pajak hingga Desember

Ia mengatakan, delapan tuntutan telah disusun secara matang. Empat bersifat nasional, dan empat lainnya tuntutan lokal khusus untuk Jember.

Tuntutan nasional mereka meliputi kenaikan tarif roda dua, regulasi pengantaran makanan dan barang, tarif bersih roda empat, dan undang-undang transportasi online.

Sementara tuntutan lokal termasuk BPJS Ketenagakerjaan dari pemkab, bansos bagi driver, peningkatan keterampilan, serta regulasi daerah soal transportasi online.

Baca juga :  Pemkab Jember Dukung Penuh Program JKN, BPJS Kesehatan Beri Penghargaan untuk Badan Usaha Teladan

“Ketiga Upgrading skill untuk driver tranportasi online. Dan yang terakhir, keempat, produk hukum daerah perihal transportasi online,” ungkap Dedi selaku Koordinator FKJOB Jember.

Dedi juga menegaskan bahwa perjuangan ini akan dilanjutkan ke tingkat nasional bersama perwakilan dari daerah lain.

“Rencananya kami akan audiensi ke Kementerian Perhubungan dan Kominfo dalam waktu dekat,” tegasnya menutup orasi siang itu.