Upaya Peningkatan Layanan Bandara Internasional Ngurah Rai Mulai Tunjukan Hasil Nyata
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Upaya peningkatan kualitas layanan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai mulai menunjukkan hasil nyata. Setelah evaluasi yang digelar pada 23 Agustus 2025, sejumlah perbaikan signifikan telah dilakukan untuk menjawab kebutuhan wisatawan mancanegara maupun domestik.
Perbaikan pertama terlihat pada fasilitas kebersihan. Toilet yang sebelumnya banyak dikeluhkan kini sudah dibersihkan, diperbaiki, bahkan direncanakan untuk diganti dengan fasilitas baru. Jumlah tenaga kebersihan juga ditambah agar standar kenyamanan lebih terjaga.
Kedua, pelayanan imigrasi mengalami lonjakan kualitas. Waktu tunggu penumpang dengan paspor biasa kini semakin singkat, sementara pemegang paspor elektronik hanya membutuhkan waktu maksimal dua menit untuk menyelesaikan proses pemeriksaan.
Ketiga, pelayanan bagasi turut dibenahi. Jika sebelumnya penumpang harus menunggu hingga 1,5 jam, kini waktu tunggu berhasil dipangkas menjadi maksimal 58 menit. Langkah ini ditempuh dengan penambahan fasilitas serta tenaga operasional.
Keempat, layanan Bea Cukai juga semakin cepat. Dengan dukungan fasilitas baru dan tenaga tambahan, penumpang tidak lagi harus menunggu lama untuk menyelesaikan proses pemeriksaan barang.
Kelima, para pelaku jasa transportasi di area kedatangan kini lebih tertib dan tidak lagi merapat sembarangan ke penumpang.
Selain itu, pihak Angkasa Pura juga memperbaiki sistem layanan secara menyeluruh, meliputi informasi, keamanan, kenyamanan, dan keindahan. Semua langkah ini menjadi bukti bahwa Bandara Ngurah Rai terus berbenah menuju standar pelayanan kelas dunia.
Meski demikian, Gubernur Bali Wayan Koster menekankan masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Salah satunya terkait waktu tunggu bagasi yang ditargetkan bisa dipangkas lagi menjadi hanya 30–40 menit.
Kualitas layanan lainnya juga harus terus ditingkatkan agar sejalan dengan reputasi Bali sebagai destinasi wisata internasional.
“Evaluasi akan dilakukan secara rutin sampai layanan Bandara Ngurah Rai benar-benar stabil pada posisi terbaik dan mampu berdaya saing secara berkelanjutan,” tegas Koster dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Layanan Bandara, Senin (22/9/2025) di Kantor Angkasa Pura.

Tinggalkan Balasan