Setahun Memimpin, Berikut Capaian Gubernur Koster di Bidang Infrastruktur
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Setahun kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster, pembangunan infrastruktur darat, laut, dan transportasi di Bali menunjukkan sejumlah kemajuan. Capaian tersebut dipaparkan Gubernur Koster dalam Sidang Paripurna DPRD Provinsi Bali, Rabu (25/3/2026).
Dihadapan anggota DPRD Bali, Gubernur Koster mengatakan Pemprov Bali melanjutkan pembangunan Shortcut Singaraja–Mengwitani titik 9 dan 10 dengan total anggaran Rp775 miliar yang bersumber dari APBN melalui skema tahun jamak. Adapun proyek tersebut ditargetkan rampung pada 2027.
Selain itu, pemerintah juga berhasil menyiapkan dokumen perencanaan pembangunan Gedung Parkir Pura Ulun Danu Batur, Underpass Jimbaran, Jembatan Nusa Ceningan–Nusa Lembongan, serta Embung Unda.
Tidak hanya menyiapkan dokumen, pemerintah juga telah telah memperjuangkan anggaran APBN sebesar Rp772 miliar untuk merealisasikan pembangunan tersebut.
Anggaran itu dialokasikan untuk pembangunan Gedung Parkir Pura Ulun Danu Batur sebesar Rp250 miliar, Underpass Jimbaran Rp350 miliar, Jembatan Nusa Ceningan–Nusa Lembongan Rp112 miliar, dan lanjutan Embung Unda Rp60 miliar.
Pemerintah juga menyiapkan pembangunan Gedung Parkir Padang Galak melalui skema kerja sama dengan pihak swasta.
Koster menambahkan akses menuju kawasan tersebut turut diperkuat dengan rencana pembangunan jalan penghubung dari area parkir menuju Pelabuhan Sanur dengan anggaran Rp90 miliar yang bersumber dari APBD.
Dalam setahun terakhir, Pemprov Bali juga berhasil menyalurkan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) untuk peningkatan kualitas jalan kabupaten.
“Bantuan tersebut masing-masing sebesar Rp29,5 miliar untuk Kabupaten Bangli dan Rp30 miliar untuk Kabupaten Buleleng,” terangnya.
Sementara itu, pada sektor infrastruktur laut, pemerintah menyiapkan studi pembangunan Pelabuhan Sangsit di Kabupaten Buleleng serta Pelabuhan Amed di Kabupaten Karangasem sebagai upaya memperkuat konektivitas antarpulau.
Adapun pada sektor transportasi publik, layanan Bus Trans Metro Dewata kembali dioperasikan dengan total biaya Rp49,7 miliar melalui skema pembiayaan bersama antara Pemprov Bali dan pemerintah kabupaten/kota di kawasan Sarbagita.
Selain penguatan transportasi publik, Pemprov Bali juga mempercepat pemanfaatan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai di lingkungan instansi pemerintah serta angkutan umum.
Sebagai langkah modernisasi transportasi massal, Pemerintah Provinsi Bali turut menyiapkan studi pengembangan Autonomous Rail Rapid Transit (ART) di kawasan Sarbagita.
Editor: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan