DIKSIMERDEKA.COM, JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember terus mempercepat upaya pencegahan stunting. Salah satunya melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) analisa situasi yang digelar DP3AKB pada 27-28 Mei 2025.

Kegiatan ini diikuti 126 peserta yang berasal dari berbagai unsur, seperti kepala puskesmas, kordinator balai KB kecamatan, kecamatan, dan OPD pendamping.

Bimtek bertujuan memperkuat pemahaman peserta dalam mengisi data analisa stunting secara akurat agar pengambilan keputusan tepat sasaran dan efektif.

Baca juga :  Pemkab Jember Segera Miliki Pos Pelayanan Pekerja Migran, Fawait Lobi Langsung ke Pusat

Melalui analisa situasi yang komprehensif, Pemkab Jember optimistis menghasilkan rencana strategis yang berdampak langsung pada penurunan angka stunting.

“Kegiatan ini untuk memastikan semua pihak memahami pentingnya data dalam pengambilan keputusan,” ujar Kepala DP3AKB Jember di sela kegiatan bimtek.

Ia menambahkan, “Jika seluruh stakeholder menguasai data analisa, maka kebijakan penanganan stunting bisa lebih fokus dan tepat guna.”

Baca juga :  Pemkab Jember Terjunkan 1.000 Tenaga Medis Lewat Program Baru "Bucin Kesianak"

“Kita butuh kolaborasi lintas sektor, sebab masalah stunting tidak bisa diselesaikan satu instansi saja,” tegasnya lebih lanjut.

“Melalui bimtek ini, kami berharap kecamatan dan puskesmas bisa mengisi Web Aksi Bangda dengan benar,” imbuhnya.

Selama dua hari pelatihan, peserta mendapatkan dua materi utama yakni revisi juknis konvergensi stunting dan simulasi penginputan Web Aksi Bangda.

Baca juga :  Pemkab Jember Antar Langsung Insentif ke Rumah Guru Ngaji Sakit di Antirogo

Web Aksi Bangda sendiri merupakan platform digital penginputan data untuk memantau capaian intervensi penurunan stunting tingkat kecamatan.

DP3AKB menilai, peningkatan kualitas data dan kolaborasi antarpihak adalah kunci menyukseskan target nasional percepatan penurunan stunting.

Langkah ini sejalan dengan arahan pemerintah pusat agar daerah lebih responsif dan tanggap dalam merespons tantangan stunting secara menyeluruh.