Guru Besar Universitas Bali Dwipa Puji Koster Pemimpin Visioner
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Guru Besar Universitas Bali Dwipa Prof I Nyoman Sucipta mengatakan bahwa mantan Gubernur Bali 2018-2023 Wayan Koster sebagai pemimpin visioner sehubungan dengan inovasi-inovasi yang dilakukan ketika memimpin Bali lima tahun terakhir.
“Secara karakteristik (kepemimpinan) beliau sangat visioner, kreatif dan inovatif serta program-program beliau sangat menginspirasi generasi penerus,” terangnya saat ditemui disela-sela pelaksanaan kuliah umum bertajuk ‘Gen Z Penerus Masa Depan Bali, bertempat di Universitas Bali Dwipa, Senin (29/07/2024).
Salah satu program yang menurut guru besar bidang pangan ini visioner adalah langkah Koster melestarikan seni, adat, tradisi dan budaya Bali. Disamping juga berhasil membangun infrastruktur fisik di Bali seperti penataan Pura Agung Besakih dan Turyapada Tower.
“Beliau punya inovasi dan itu berhasil diwujudkan nyata sehingga menginspirasi generasi yang akan datang untuk menjadi role model untuk berkreatifitas dan berinovasi,” terangnya.
Kendati berhasil membangun fisik dan budaya, Nyoman Sucipta juga menyoroti kekurangan dari kepemimpinan Koster selama lima tahun terakhir yakni inovasi dalam bidang pertanian yang perlu digalakan lagi.
“Bagaimana mengintegrasikan masyarakat, petani, pemerintah dan pengusaha. Karena selama ini, petani di Bali itu sudah berproduksi dengan baik tapi ujung-ujungnya di marketing,” terangnya.
Adapun dalam kuliah umum bertajuk ‘Gen Z Penerus Masa Depan Bali, bertempat di Universitas Bali Dwipa, Senin (29/07/2024), Wayan Koster hadir sebagai pembicara tunggal.
Dalam kesempatan itu, kepada ratusan Generasi Z Universitas Bali Dwipa, Koster memaparkan 5 masalah yang tengah dialami oleh Pulau Bali, mulai dari wilayah Bali yang kecil dengan luas 5590 km2, telah menjadi pertarungan banyak pihak yang mengekploitasi Bali.
Kemudian, Penduduk Bali sebanyak 4,32 juta yang semakin meningkat dan membutuhkan sumber kehidupan. Lalu, terkikisnya adat, tradisi dan kearifan lokal Bali yang mengancam keajegan Bali sebagai daya tarik. Serta sumber daya alam yang semakin terbatas.
Dalam mengatasi persoalan tersebut, dalam lima tahun terakhir pemerintah telah mengeluarkan sejumlah kebijakan salah satunya adalah Perda Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2023 tentang Haluan Pembangunan Bali Masa Depan, 100 Tahun Bali Era Baru.
Reporter: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan