DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Gubernur dan Wakil Gubernur Bali terpilih Wayan Koster-I Nyoman Giri Prasta akan langsung tancap gas merealisasikan berbagai program yang telah ditetapkan untuk membangun Bali di bawah visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali usai resmi dilantik pada 6 Februari 2025.

Ditemui di Kantor DPD PDI Perjuangan Bali, Jumat (24/01/2025), Koster mengatakan secara umum yang akan segera dikerjakan adalah percepatan dan pemantapan program pelaksanaan visi Nangun Sat Kerti Loka Bali menuju Bali era baru melalui pola pembangunan semesta berencana.

Menurut Koster kepemimpinan selama 5 tahun kedepan merupakan momentum yang sangat menentukan pelaksanaan haluan pembangunan Bali untuk 100 tahun kedepan hingga tahun 2125.

Baca juga :  Kesembuhan Bali Tertinggi, Gubernur Beri Insentif Tenaga Medis hingga Cleaning Service

“Pelaksanaan program pembangunan dalam masa pemerintahan saya dan Nyoman Giri Prasta dari tahun 2025-2030 adalah momentum yang sangat penting dan strategis menjadi penentu pelaksanaan haluan Bali untuk 100 tahun ke depan. Keberhasilan 5 tahun ini akan menentukan jalan pembangunan Bali 100 tahun ke depan. Jadi tidak ada pilihan lain, harus sukses,” ujarnya.

Selain program yang sudah dicanangkan dalam penjabaran Visi Nangun Sat Kerti Loka Bali yang menjadi program prioritas, ada juga program prioritas yang dilaksanakan dengan prioritas cepat.

Koster mengatakan program ini masuk dalam kategori program super prioritas yang mendesak. Beberapa diantaranya adalah masalah sampah, kemacetan dan penanganan transportasi publik.

Program super prioritas lainnya adalah pengadaan air bersih untuk wilayah Karangasem dan Buleleng. Program ini adalah aspirasi masyarakat saat turun kampanye. Air bersih kata Gubernur Bali asal Desa Sembiran ini, merupakan kebutuhan vital bagi masyarakat Bali.

Baca juga :  Bendesa Adat Kesiaman: Terima Kasih Pak Gubernur Koster!

“Sebenarnya dari segi debit air sudah ada titik yang diketahui sebagai sumber air. Tinggal dicari titik dimana sumber air, kemudian diproduksi dan didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan,” terangnya.

Untuk diketahui, Gubernur Bali 2025-2030 Wayan Koster dan wakilnya Nyoman Giri Prasta telah bekerja untuk krama Bali.

Sejumlah legacy monumental telah dibangun Koster untuk masyarakat Bali selama menjadi Gubernur Bali 2018-2023. Begitu juga Giri Prasta telah melayani krama Badung dan Bali selama Bupati Badung dua periode.

Baca juga :  Bali dan Jepang Pererat Hubungan Kerja Sama di Berbagai Bidang

Saat ini diketahui Koster dan Giri Prasta telah bekerja menyusun sejumlah program secara gerak cepat (Gercep), Gerak Bersama (Geber), dan Garap Semua Potensi Lapangan Kerja (Gaspol) jelang hari pelantikan.

Adapun berdasarkan kesepakatan Pemerintah dan DPR, pelantikan kepada daerah yang tidak mengalami sengketa pemilihan di Mahkamah Konstitusi (MK) akan dilaksanakan di Istana Negara Jakarta pada Kamis 6 Februari 2025

Sementara pelantikan tahap 2 adalah bagi daerah yang ada sengketa Pilkada tetapi tidak memenuhi syarat. lalu tahap 3 adalah bagi daerah yang ada sengketa Pilkada dan memenuhi syarat untuk diproses sesuai hukum yang berlaku dan MK.

Editor: Agus Pebriana