DIKSIMERDEKA.COM, BENGKULU – DPRD Provinsi Bengkulu meminta dan mendorong pemanfaatan program magang Jepang secara tepat bagi calon pekerja di wilayah Bengkulu.

Hal ini merespons dimulainya kembali seleksi program magang di Jepang yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu belakangan ini.

Sefti Yuslina, S.Sos, M.Ap, Wakil Ketua Komite IV DPRD Provinsi Bengkulu, telah meminta magang ke Jepang yang sebelumnya ditutup atau masuk daftar hitam Jepang karena pesertanya termasuk masyarakat yang sempat mengungsi dari Bengkulu.

Baca juga :  ITB STIKOM Bali Lepas 3 Mahasiswa Ikuti Program Kuliah Magang ke Jepang

Hal ini perlu kita manfaatkan dan hindari mengulangi kesalahan yang sama yang dapat merusak lapangan kerja.

“Kami berharap melalui seleksi magang di Jepang ini, dapat diterima anak-anak yang memiliki harapan dan potensi. Kami menghubungi Kementerian dan diberitahu bahwa Bengkulu ditutup karena ada anak yang melarikan diri.”

“Dengan pola seleksi yang ada saat ini, kami berharap anak-anak yang mengikuti program magang benar-benar serius,” kata Sefti Yuslina pada Sabtu, 1 Juni 2024.

Baca juga :  LPK Darma STIKOM Bali Lepas 66 Peserta Magang ke Jepang, Penghasilan Rp 25 Juta per Bulan
Sefti Yuslina, S.Sos, M.Ap, Wakil Ketua Komite IV DPRD Provinsi Bengkulu

Sementara itu, Safti juga menghimbau kepada masyarakat Bengkulu yang ingin melakukan hal tersebut. Jepang dapat mempersiapkan Anda semaksimal mungkin untuk mengikuti magang dan program kerja. Sakura Jepang dikenal sebagai negara dengan etos kerja yang tinggi.

“Jadi saling berkompetisi dan tingkatkan kemampuan kalian,” imbuhnya.

Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu sebagai mitra Disnakertrans Provinsi Bengkulu memastikan mendukung upaya memaksimalkan potensi tenaga kerja di wilayah Bengkulu dan menekan angka pengangguran yang ada.

Baca juga :  ITB STIKOM Bali Lepas 3 Mahasiswa Ikuti Program Kuliah Magang ke Jepang

Untuk itu, Sefti Yuslina berpesan kepada masyarakat Bengkulu untuk mempersiapkan program magang di Jepang yang akan dilanjutkan pada akhir tahun 2024.

“Kuta unlimited kita terima, dan Insya Allah akhir tahun ini akan kita mulai kembali.
Selain itu di Kabupaten Benten, untuk lolos program seleksi ke Jepang, kita juga menyiapkan 90 anak yang sedang mengikuti kursus peningkatan keterampilan agar daerah lain juga bisa bersiap,” tutupnya.

Reporter: Jaka