DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – ITB STIKOM Bali secara resmi melepas tiga mahasiswa untuk mengikuti Program Kuliah Magang ke Jepang, Rabu (07/01/2026). Pelepasan dilakukan Rektor ITB STIKOM Bali Dadang Hermawan. Turut hadir Ketua Yayasan Widya Dharma Shanti Ida Bagus Dharmadiaksa.

Tiga mahasiswa tersebut yakni Ni Kadek Anita Setiari, Ni Made Ratih Purwasih, dan Tarsisius Danrianus Tupen Lanan.

Tiga mahasiswa jurusan bisnis digital ini akan diberangkatkan ke Osaka, Jepang, untuk mengikuti program kuliah magang sesuai bidang masing-masing.

Baca juga :  ITB STIKOM Bali Masuk Klaster Madya Kelompok Perguruan Tinggi Nasional Tahun 2025

Ni Kadek Anita Setiari dan Ni Made Ratih Purwasih akan menjalani magang di sektor perhotelan, sementara Tarsisius Danrianus Tupen Lanan ditempatkan di bidang konstruksi, khususnya pada pekerjaan finishing interior.

Dadang Hermawan mengatakan program kuliah magang merupakan salah satu program ITB STIKOM Bali untuk meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi. Dadan mengatakan APK Perguruan Tinggi saat ini hanya sekitar 35 persen.

“Artinya orang-orang yang seusia kuliah 18-25 tahun. Baru 35 persenya ada di perguruan tinggi. Sementara 60 persenya belum, ” terang Dadang Hermawan.

Baca juga :  Dua Dekade ITB STIKOM Bali Momentum Menuju Ranking 300 Dunia

Lebih lanjut, Dadang menyebutkan bahwa salah satu faktor utama penyebab rendahnya Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi adalah kendala finansial.

Padahal, menurutnya, pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus kesejahteraan masyarakat.

“Tingginya tingkat APK itu akan sejalan dengan tingginya tingkat kesejahteraan masyarakat, ” terangnya.

Melalui program kuliah magang, Dadang mengatakan, mahasiswa tidak hanya melakukan aktivitas pendidikan, namun juga mendapatkan pengalaman kerja sekaligus penghasilan, serta liburan.

Baca juga :  PON XX Papua, Mahasiswi ITB STIKOM Sumbang Perunggu untuk Bali

“Jadi tidak ada alasan saat ini untuk tidak berkuliah,” ungkap Dadang.

Sementara itu, salah satu mahasiswa program Kuliah Magang, Tarsisius Danrianus mengaku program ini dapat membantu meringankan beban finansial orang tua.

“Kalau kuliah saja pasti orang tua sangat terbebani. Tapi dengan program ini, kan saya bisa bekerja, lalu dari bekerja saya bisa menghasilkan uang untuk bayar kuliah. Jadi tidak membebani orang tua, ” terangnya.

Editor: Agus Pebriana