Cuaca Buruk, DLHK Denpasar Optimalkan Penanganan Sampah
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar terus mengoptimalkan penanganan tumpukan sampah di beberapa Tempat Penampungan Sementara (TPS). Hal ini setelah dalam beberapa hari terakhir kondisi cuaca memburuk yang mengakibatkan pengangkutan sampah terhambat sehingga menyebabkan terjadinya penumpukan sampah.
Ditemui saat meninjau penanganan tumpukan sampah di sejumlah TPS di wilayah Kota Denpasar, Selasa (14/02/2023), Sekda Denpasar IB Alit Wiradana menekankan agar seluruh jajaran DLHK bekerja optimal guna mengatasi penumpukan sampah yang pengangkutan sempat terganggu karena kondisi cuaca.
Alit Wiradana pun berharap, penanganan sampah dapat tuntas secepat mungkin sehingga tidak mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar. Selain itu Alit Wiradana juga meminta agar DLHK lebih intens berkoordinasi dengan Desa atau Kelurahan yang mempunyai TPS3R agar memaksimalkan pengolahan sampah berbasis sumber serta melakukan pemilahan sampah.

“Sesuai arahan Bapak Walikota, agar segera tertangani penumpukan sampah ini, dan kami juga sudah instruksikan agar semua TPS dipantau, diantisipasi dan dioptimalkan pengangkutannya secara berkala, sehingga sampah tidak meluber dan menumpuk,” kata Alit Wiradana.
Sementara itu, Kadis DLHK Kota Denpasar, IB Putra Wirabawa didampingi Kabid Kebersihan Wayan Adi Wiguna mengatakan, saat ini petugas dari DLHK Kota Denpasar sedang melaksanakan penanganan sehingga seluruh sampah yang ada di TPS dapat ditangani dengan optimal.
“Saat ini kita terus bekerja, penanganan dilaksanakan secara bertahap, semoga bisa segera tertangani,” jelasnya.
Gustra juga menjelaskan adapun sampah rumah tangga dan sisa upakara masih mendominasi sehingga saat ini pihaknya menerjunkan Alat Berat serta Armada Truk pengangkut guna mempercepat penanganan.
Seperti diketahui berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada tahun 2021 Kota Denpasar menjadi daerah dengan timbunan sampah terbanyak di Provinsi Bali yakni 349,5 ribu ton dari total 915,5 ribu ton sampah timbunan Provinsi Bali pada tahun 2021.
Di urutan selanjutnya ada Kabupaten Gianyar dengan 141,4 ribu ton sampah, Kabupaten Buleleng 123,7 ribu ton, Kabupaten Badung 116,7 ribu ton, dan Kabupaten Tabanan 84,2 ribu ton.
Berdasarkan sumbernya, sampah paling banyak berasal dari aktivitas rumah tangga dengan porsi mencapai 40,58% dari total sampah di provinsi tersebut. Diikuti sampah dari aktivitas perniagaan 18,22% dan dari pasar 17%.

Tinggalkan Balasan