Dukung Kinerja Kejati Sulteng, Gedung Graha Perubahan Diresmikan
DIKSIMERDEKA.COM, SULTENG – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Tengah, Agus Salim meresmikan Kantor Kejaksaan Tinggi Sulteng yang diberi nama gedung Graha Perubahan, Senin (6/02/2023). Sumber dana revitalisasi gedung bersumber dari Bank Dunia atau World Bank melalui hibah Kementrian PUPR, dengan nilai Rp. 117.831.395.500.
Turut hadir dalam peresmian yakni Gubernur Sulteng H.Rusdi Mastura, Kapolda Sulteng Irjen. Pol. Drs. Rudy Sufahriadi hingga Komandan Resor Militer 132 Tadulako Brigadir Jenderal TNI Toto Nurwanto, SIP Msi, serta Staf Ahli Jaksa Agung Dr Drs M. Rum, SH MH dan seluruh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Forkopimda.
Dalam sambutannya Agus Salim menjelaskan, luas gedung baru yang ditempati Kejati Sulteng 14.699 M2, dengan luas lahan 9.610 M². Sedangkan lama masa pekerjaan 273 hari.
Lebih lanjut Agus Salim menjelaskan adapun Ide pembangunan gedung baru ini digagas dan dirintis oleh Dr Drs M. Rum, SH MH sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sulteng pada Periode 2018 sampai dengan 2019.
“Lalu dilanjutkan dengan peletakan batu pertama (Groundbreaking) pada tanggal 23 Oktober 2020 oleh Gerry Yazid, SH MH selaku Kepala Kejaksaan Tinggi saat itu,” terangnya.
Menurut Agus Salim sejak berdirinya Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah pada tanggal 2 Januari 1967, fasilitas yang diberikan negara terus ditingkatkan dengan menyesuaikan dinamika kebutuhan pelayanan masyarakat.
“Oleh sebab itu, dengan dibangunnya gedung baru dengan fasilitas penunjangnya, harus diletakkan sebagai bagian dari upaya untuk mendukung kinerja personil Kejaksaan agar semakin kuat untuk melayani masyarakat,” terangnya.
Selain itu, Agus Salim juga menyampaikan pembangunan kantor ini kata Kejati, ditujukan untuk mengaktifkan transformasi sosial secara masif yang diperlukan untuk membangun masyarakat Sulawesi Tengah yang berkeadilan.
“Sehingga mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan sosial, teknologi, budaya, ekonomi, dan politik serta akan membawa semangat baru yang tidak pernah padam untuk menjaga stabilitas kinerja di Bumi Tadulako dengan lebih baik,” terangnya.

Tinggalkan Balasan