BPS: Ekspor Impor Bali Mulai Menggeliat
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Ekspor dan impor barang Provinsi Bali pada Oktober 2021 tercatat mengalami kenaikan. Secara month to month (m-t-m), ekspor Provinsi Bali tercatat naik sebesar 20,96 persen, dari US$ 40.850.026 pada bulan September 2021 menjadi US$ 49.413.807 pada bulan Oktober 2021.
Sementara, nilai impor barang Provinsi Bali dari luar negeri pada bulan Oktober 2021 tercatat sebesar US$ 2.414.143, naik 0,10 persen dibanding bulan September 2021 (m-t-m) yang tercatat sebesar US$ 2.411.831. Hal ini disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Hanif Yahya dalam rilisnya, Rabu (1/12/2021).
Hanif Yahya mengatakan dari 5 besar negara tujuan ekspor Bali di bulan Oktober 2021, nilai ekspor ke Amerika Serikat tercatat naik paling tinggi secara month to month hingga 37,25 persen. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh karena naiknya ekspor produk kopi, teh, dan rempah-rempah (HS09).
“Dari lima besar negara asal impor di bulan Oktober 2021, nilai impor dari Australia tercatat mengalami peningkatan hingga 131,51 persen, yang utamanya disebabkan oleh naiknya impor produk instrumen optik, fotografi, sinematografi, dan medis,” terangnya.
Peningkatan pada nilai ekspor dan impor membuat posisi nilai neraca perdagangan Provinsi Bali pada bulan Oktober 2021 tercatat surplus sebesar US$ 8.561.496. Jika dibandingkan dengan posisi bulan September 2021 (m-t-m) yang tercatat surplus US$ 38.438.195.
“Dengan demikian, pada bulan Oktober 2021, Bali kembali menyumbang surplus pada neraca perdagangan Nasional,” sebutnya.
Siapkan Langkah Strategis

Melihat nilai ekspor dan impor di Bali mengalami peningkatan pada bulan Oktober 2021, Ekonom I Gusti Alit Suputra mengatakan pemerintah harus menyiapkan strategi lanjutan untuk tetap mempertahankan bahkan meningkatkan. Alit mengungkapkan ada beberapa langkah yang bisa dilakukan oleh pemerintah diantaranya menambah keberagaman produk ekspor.
“Dengan memperbanyak macam dan jenis barang yang diekspor, maka importir dari luar negeri akan menjadi lebih banyak juga. Sebab semakin banyak komoditas yang dimiliki, semakin banyak juga jangkauan pasar di luar negeri. Ini berarti produk kita bisa sebagai pelengkap dari kebutuhan masyarakat secara global,” ungkap Alit Suputra.
Selain menambah keberagaman ekspor, pemerintah juga dapat melakukan promosi dagang ke luar negeri. “Pemerintah dapat membantu para pelaku ekspor untuk memasarkan produk mereka ke luar negeri agar produk mereka bisa lebih dikenal. Hal ini memberikan jalan bagi produk/pelaku impor menciptakan pasar baru yang lebih luas sehingga dapat menaikan devisa suatu negara,” terang Alit Suputra
Sementara, untuk produk Impor, Alit Suputra mengungkapkan pemerintah harus mulai sedikit-sedikit mengurangi produk impor. Salah satu caranya adalah membatasi masuknya produk impor dengan memberikan kuota impor agar tidak banyak yang masuk ke Indonesia, khususnya Bali. Hal ini untuk memberikan kesempatan bagi produk lokal untuk bersaing dan menjadi raja di daerahnya sendiri.
Selain itu, pemerintah juga harus mendorong produsen dalam negeri untuk membuat produk substitusi impor. “Maksudnya produsen lokal menciptakan produk pengganti produk impor dengan kualitas yang sama baiknya mulai dari pemilihan bahan baku, produksi yang melibatkan tenaga kerja ahli dan produknya memiliki ketahanan yang kuat yang tidak kalah dari produk impor,” terang Alit Suputra. (Gus)

Tinggalkan Balasan