Menunggu Penlok, Kresna Budi Dorong Pusat Segera Wujudkan Bandara Bali Utara
DIKSIMERDEKA.COM, BULELENG, BALI – Provinsi Bali sudah seharusnya memiliki infrastruktur yang layak untuk menunjang kegiatan pariwisata dan wisatawan dalam berkunjung ke pulau Bali. Hal ini guna memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para wisatawan domestik maupun mancanegara.
Salah satunya pembangunan bandara baru di kawasan Bali utara yang rencananya akan dibangun di Desa Sumberklampok, Gerokgak, Buleleng. Pembangunan tersebut dinilai sangat dibutuhkan masyarakat luas, apalagi proyek ini sudah masuk dalam Proyek Strategis Nasional.
Ketua Komisi II DPRD Bali IGK Kresna Budi dikonfirmasi Sabtu (6/2) di kediamanya di Kelurahan Liligundi Singaraja Bali, menerangkan Pemerintah Pusat telah menganggarkan perencanaan pembangunan Bandara Bali Utara.
“Mudah-mudahan dalam bulan-bulan ini lokasi (Penlok) sudah ditentukan. Masyarakat Bali harus bisa menerima tanpa gejolak baik itu di Barat maupun di Timur yang terpenting Bandara terwujud demi pariwisata Bali,“ ujar Kresna Budi.
Anggaran Bandara Bali Utara ini akan menelan biaya hampir 30 Triliun. Lebih lanjut lanjut diterangkan, bahwasanya upaya-upaya yang dilakukan pemerintah pusat dalam hal mendukung sektor pariwisata di Bali, tentu harus melihat infrastruktur yang memadai serta memberikan rasa nyaman dan aman kepada wisatawan.
”Dan ini akan ditunjang adanya Tol, Destinasi Wisata baru, ITDC harapan kami ini segera terealisasi. Tokoh masyarakat semua harus berlapang dada karena niat pemerintah mendukung sektor pariwisata di Bali, tentu harus melihat infrastruktur yang memadai mari jaga konektivitas Bali kedepannya.”
“Komunikasi kita dengan pusat sudah sering, hanya sekarang Penlok kalau sudah ada pasti segera jalan. Kami harapkan Maret ini dikeluarkan Penlok supaya pengajuan anggaran cepat berjalan dan ini akan membawa dampak yang sangat luar biasa buat Bali sehingga para investor akan berbondong-bondong membangun di Bali Utara,” terang Kresna Budi.
Sisi lain Kepala Desa Sumberklampok Wayan Sawitra Yasa berharap ada penyelesaian agraria terlebih dahulu jika nantinya Penlok ditetapkan di wilayahnya.
“Jika Penlok di Sumberklampok, kami mengharap penyelesaian Agraria terlebih dahulu,” harapnya.
“Dan pembangunan jika betul serta tidak isu-isu saja yang korban masyarakat Bali jadi Desa Sumberklampok memiliki harapan tentang pembebasan lahan dan wajib ada sosialisasi agar masyarakat tidak ada persepsi yang salah. Intinya masyarakat akan mendukung program pemerintah dan tetap hak masyarakat Sumberklampok diperhatikan,” tandas Wayan Sawitra Yasa. (Sum)

Tinggalkan Balasan