Ratusan Drone Acak-Acak Hari Terakhir Pemilu Rusia, Kilang Minyak Moskow Terbakar dan 2 Nyawa Melayang!
Ukraina Dituding Sengaja Ganggu Pesta Demokrasi, Pukulan Telak Buat Rezim Putin
DIKSIMERDEKA.COM MOSKOW – Puncak hari pencoblosan Pemilihan Umum (Pemilu) Parlemen Rusia justru berujung horor. Ratusan serangan drone Moskow menghujani ibu kota dan wilayah sekitarnya pada hari Minggu, menewaskan sedikitnya dua orang dan membuat sebuah kilang minyak utama meledak. Otoritas Rusia langsung meradang dan menuding Ukraina sebagai biang kerok yang sengaja mengacaukan pesta demokrasi tersebut.
Wali Kota Moskow, Sergei Sobyanin, blak-blakan menyebut serangan ini sebagai manuver kotor Kyiv. Secara total, pasukan Rusia mengklaim berhasil menangkis dan menembak jatuh lebih dari 1.600 drone, di mana 450 di antaranya memang diarahkan tepat ke jantung Moskow. Sobyanin menuding serangan brutal ini sengaja diluncurkan untuk mencoreng Pemilu yang digelar ketat demi melanggengkan cengkeraman kekuasaan 26 tahun Presiden Vladimir Putin.
“Serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini jelas direncanakan dengan tujuan mengganggu jalannya pemilihan umum. Namun, musuh tidak berhasil,” kata Sobyanin melalui akun Telegram resminya.
Nahasnya, serangan udara ini tetap menelan korban jiwa. Gubernur Regional Moskow, Andrey Vorobyov, mengonfirmasi dua warganya—seorang wanita berusia 44 tahun dan seorang pria lanjut usia—tewas di dua lokasi terpisah. Vorobyov juga membeberkan insiden sebuah gedung apartemen 21 lantai yang terbakar hebat akibat hantaman drone, memaksa 400 penghuninya dievakuasi darurat, tanpa merinci lebih jauh dari mana asal drone maut tersebut.
Sasar Urat Nadi Ekonomi Perang Rusia
Rentetan serangan drone Moskow ini bukan kebetulan semata. Selama beberapa bulan terakhir, Kyiv memang makin beringas melancarkan gempuran jarak jauh. Target utamanya jelas: infrastruktur energi. Ukraina sadar betul, kilang minyak adalah urat nadi sekaligus mesin pencetak uang Kremlin untuk mendanai agresi militer yang kini sudah memasuki tahun kelima.
Strategi pukulan telak Ukraina ini terbukti sukses melumpuhkan sebagian besar kapasitas penyulingan minyak Rusia. Efek dominonya bikin pusing Kremlin; mulai dari kelangkaan produk olahan minyak, lonjakan harga bahan bakar, hingga antrean mengular di SPBU hampir di seluruh zona waktu Rusia.
Sobyanin membenarkan bahwa salah satu fasilitas di kawasan kilang minyak Moskow kembali hancur dihajar drone kali ini, meski sejauh ini belum ada laporan korban jiwa di lokasi dan tim darurat langsung dikerahkan. Tragisnya, kilang minyak raksasa ini sebenarnya juga baru saja babak belur dihantam serangan Ukraina beberapa bulan lalu.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Ukraina memilih bungkam dan belum memberikan komentar resmi. Di ranah publik, baik Moskow maupun Kyiv selama ini selalu berdalih bahwa mereka tidak pernah menargetkan warga sipil.
Serangan masif ini terasa ironis lantaran terjadi tak lama setelah Presiden AS, Donald Trump, pada hari Senin lalu sesumbar bahwa Ukraina dan Rusia telah sepakat untuk saling setop menyerang fasilitas energi masing-masing.
Sebagai informasi, Pemilu kali ini merupakan pemilihan parlemen pertama sejak Moskow melancarkan invasi ke Ukraina pada Februari 2022 lalu. Pesta demokrasi ini dinilai banyak pihak sekadar panggung sandiwara, lantaran hanya partai-partai pendukung Putin dan operasi militer Kremlin yang diizinkan ikut bertarung. Moskow bahkan nekat menggelar pemungutan suara di wilayah Ukraina yang mereka duduki.
Nyaris tak ada rakyat Rusia yang meragukan bahwa partai Rusia Bersatu (United Russia) tunggangan Putin akan kembali menang mudah. Namun di balik kemenangan yang sudah tertebak itu, partisipasi dan dinamika Pemilu ini tetap menjadi barometer penting untuk mengukur sejauh mana rakyat Rusia masih kuat menopang perang yang tak kunjung usai tersebut.

Tinggalkan Balasan