DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Perum BULOG Kantor Wilayah Bali memperkuat upaya stabilisasi harga dan pasokan beras dengan memastikan ketersediaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di wilayah Bali.

Hingga 4 September 2026, stok CBP yang dikuasai BULOG Bali mencapai 7.657 ton.

Upaya menjaga stabilitas tersebut dilakukan melalui pemantauan langsung kondisi pasar. Kali ini pemantauan digelar di Pasar Nyanggelan dan Pasar Kreneng yang merupakan bagian dari Pasar SP2KP Provinsi Bali, Jumat (5/9/2026). Pemantauan dipimpin langsung oleh Pemimpin Wilayah BULOG Bali Simon Melkisedek Lakapu.

Dalam kesempatan itu, Simon Melkisedek mengatakan pemantuan merupakan bagian dari monitoring pasar secara serentak untuk memastikan pasokan beras tersedia sekaligus mengetahui perkembangan harga di tingkat konsumen.

Sebelum melakukan pemantauan lapangan, BULOG Bali mengikuti video conference bersama Direktur Utama BULOG Letjen TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani dan Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas Maino Dwi Hartono.

Lebih jauh, Simom mengatakan selain mengandalkan stok CBP, BULOG Bali terus memperkuat intervensi melalui penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Ia mengataka hingga 4 September 2026, penyaluran beras SPHP di Bali tercatat mencapai 7.208 ton.

Monitoring pasar juga dilakukan dengan memperkuat koordinasi bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas), pemerintah daerah, Satgas Pangan, TNI/Polri, serta pengelola pasar.

Koordinasi lintas lembaga tersebut diperlukan untuk memastikan distribusi beras berjalan lancar dan ketersediaan pasokan di pasar tetap terjaga.

Dengan stok CBP mencapai 7.657 ton, BULOG Bali memastikan cadangan beras pemerintah tersedia untuk mendukung kebutuhan intervensi pasar. Penyaluran SPHP juga terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keterjangkauan harga beras bagi masyarakat.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen BULOG menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di Bali, terutama dengan melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi pasar dan distribusi beras.

Reporter: Agus Pebriana