TURIN DIKSIMERDEKA.COM Turin akan mendidih akhir pekan ini. Dua raksasa yang masih menyimpan luka dari musim lalu siap beradu taktik di Allianz Stadium pada Minggu malam. Dalam Laga Juventus vs AC Milan kali ini, rekor 100% kemenangan milik salah satu kubu dipastikan bakal hangus. Ini bukan sekadar perebutan tiga poin, melainkan pembuktian awal siapa yang pantas kembali ke kasta tertinggi sepak bola Italia setelah keduanya kolaps di akhir musim lalu dan terlempar dari zona Liga Champions. Kickoff Senin(7/6/2026) pukul 01.45 WIB

Tembok Kokoh Si Nyonya Tua Era Spalletti

Juventus di bawah asuhan Luciano Spalletti memulai kampanye 2026-27 mereka dengan efisien, meski belum sepenuhnya meyakinkan. Usai kemenangan tandang yang menegangkan atas tim promosi Frosinone, Bianconeri harus bersusah payah membongkar pertahanan alot Parma pekan lalu.

Kebuntuan baru pecah lewat Nico Gonzalez—yang batal dipermanenkan Atletico Madrid—lewat gol perdananya di Serie A sejak Mei 2025. Teun Koopmeiners kemudian mengunci kemenangan. Tradisi start kuat Juve berlanjut: mereka memenangi dua laga awal liga selama tiga musim beruntun tanpa kebobolan satu gol pun. Tembok baja ini memberi Spalletti fondasi solid, sesuatu yang gagal dimanfaatkan oleh para pendahulunya seperti Thiago Motta dan Igor Tudor. Sebelum memulai kampanye kasta kedua Eropa (Liga Europa) melawan NEC Nijmegen, ujian sejati Spalletti ada di depan mata: menjinakkan Setan Merah dari Milan.

Baca juga :  Sikat Habis! Prediksi Taktik Maut Ruben Amorim di San Siro!

Revolusi Ruben Amorim dan Teror Goncalo Ramos

Sejarah mencatat, Milan mandul dalam enam pertemuan liga terakhir melawan Juventus, termasuk dua hasil imbang 0-0 musim lalu. Gol terakhir Rossoneri di Allianz Stadium bahkan sudah terkubur lebih dari tiga tahun lalu. Namun, ada sisi terang: Milan hanya kalah satu kali dalam enam lawatan terakhir ke Turin dan mencatatkan empat clean sheet—sebuah anomali positif setelah sebelumnya sempat menelan sembilan kekalahan beruntun di sana.

Tahun ini, Il Diavolo Rosso datang dengan nyali berlipat ganda berkat revolusi sang allenatore anyar, Ruben Amorim. Setelah melibas rival sekota Juve, Torino, di pekan pembuka, rekrutan termahal klub Goncalo Ramos sukses mencatatkan gol debutnya di Serie A saat menekuk Venezia 2-0 pekan lalu. Striker asal Portugal ini siap membayar lunas banderol mahalnya dengan kembali menebar teror di Turin. Jika Milan menang, Amorim akan mengukir sejarah sebagai pelatih Milan pertama sejak 1958 yang menyapu bersih sembilan poin dari tiga laga perdana Serie A.

Baca juga :  Cremonese vs Milan : Prediksi Skor 0-2? Rossoneri Wajib Bangkit Demi Scudetto!

Badai Cedera, Bursa Transfer, dan Reuni Rabiot

Juve sedang pincang. Dua pilar utama, Kenan Yildiz (absen hingga November) dan Khephren Thuram, dipastikan menepi akibat cedera. Andrea Cambiaso dan Weston McKennie juga diragukan tampil. Untuk menambal lubang, manajemen Juve bergerak cepat di akhir bursa transfer. Striker pinjaman Nick Woltemade (pengganti Jonathan David) siap bersaing dengan Randal Kolo Muani. Di tengah, Pape Matar Sarr yang baru didatangkan dari Tottenham harus mendongkel Douglas Luiz atau sang kapten—eks Milan—Manuel Locatelli untuk mendapat tempat. Di sepertiga akhir, Nico Gonzalez, Jeremie Boga, dan bintang muda Kerim Alajbegovic siap berebut pos yang ditinggalkan Yildiz.

Di kubu tamu, masalah cedera Amorim hanya berkutat pada Mattia Gabbia. Fikayo Tomori yang gagal pindah telah kembali ke skuad, meski Amorim diprediksi tetap mempertahankan skema tiga bek sejajarnya. Rekrutan baru Omari Hutchinson dan Diego Moreira menanti debut, sementara sang juara Scudetto 2021-22, Rafael Leao, akhirnya resmi angkat koper dari San Siro. Laga ini juga akan menjadi panggung emosional bagi Adrien Rabiot. Diplot bermain lebih ke depan menyokong Ramos, Rabiot akan menghadapi mantan klub yang pernah dibelanya sebanyak 157 kali.

Baca juga :  Juventus vs Galatasaray : Spalletti Bongkar Strategi Rahasia Hentikan Osimhen–Icardi

Prediksi Susunan Pemain Juventus vs AC Milan

Juventus (4-2-3-1): Vicario; Kalulu, Bremer, Lucumi, Celik; Locatelli, Luiz; Conceicao, Gonzalez, Boga; Kolo Muani.

AC Milan (3-4-2-1): Maignan; Gila, De Winter, Pavlovic; Chukwueze, Modric, Musah, Bartesaghi; Rabiot, Cisse; Ramos.

Analisa Taktik dan Tebak Skor Akhir

Jika melihat sejarah pertemuan kedua tim akhir-akhir ini, jangan harapkan hujan gol. Empat dari lima bentrokan terakhir di liga berakhir dengan skor kacamata (0-0). Pertandingan hari Minggu nanti diprediksi akan kembali menjadi pertarungan catur di lini tengah.

Milan asuhan Amorim bermain lebih agresif, namun membongkar pertahanan Juventus yang belum kebobolan musim ini butuh lebih dari sekadar semangat. Pengalaman matang seorang Grand Master seperti Luciano Spalletti, ditambah suntikan amunisi baru yang membuat kedalaman skuadnya lebih tangguh, diyakini mampu mengakali taktik segar nan ambisius milik Amorim. Bianconeri punya keunggulan tipis untuk mengunci kemenangan ketiga mereka secara beruntun.

Prediksi Skor Akhir: Juventus 1 – 0 AC Milan