KUPANG DIKSIMERDEKA.COM – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ansory Siregar, blak-blakan meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar tidak menutupi kondisi riil penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Jika memang ada kekurangan dana maupun logistik di lapangan, DPR RI siap pasang badan.

Ansory menegaskan, keselamatan dan pemenuhan kebutuhan para korban terdampak harus menjadi prioritas utama. Karena itu, ia meminta BNPB buka-bukaan soal seluruh kendala yang dihadapi selama masa tanggap darurat maupun pemulihan.

Baca juga :  Rekomendasi BPK, BPKP dan KPK, Mensos: Jangan ‘Main-Main’ Dengan Data!

“Kalau bisa, apa yang kurang silakan disuarakan. Sampaikan ke Komisi VIII, kita perjuangkan pendanaannya,” tegas Politisi PKS ini.saat turun langsung meninjau lokasi penanganan gempa di NTT, Senin (24/8/2026).

Menurutnya, informasi yang akurat mengenai kondisi di lapangan sangat krusial. Data tersebut akan menjadi peluru utama bagi DPR untuk menekan pemerintah pusat agar segera mengeluarkan kebijakan intervensi dan dukungan anggaran yang tepat sasaran.

Era Digital, Tak Bisa Bohongi Publik

Politikus kelahiran Nagasaribu, Padang Lawas Utara Sumatera Utara itu mengingatkan bahwa kondisi pengungsi dan wilayah terdampak sangat dinamis. Karena itu, jajaran BNPB diminta tidak ragu atau sungkan untuk melaporkan segala bentuk persoalan kepada pusat.

Baca juga :  Gempa M 7,7 Guncang Flores, Korban Tewas di Manggarai Timur Tembus 17 Orang

“Jangan sungkan-sungkan melaporkan ke pusat apa yang terjadi di lapangan. Kalau memang itu kurang benar, bicara langsung. Kalau ada kekurangan, bicara langsung. Jangan ditutup-tutupi,” cecar Ansory.

Lebih lanjut, Ansory mewanti-wanti bahwa di era digital saat ini, informasi menyebar sangat cepat melalui media sosial. Pemerintah, kata dia, tidak bisa lagi menyembunyikan fakta karena masyarakat terdampak bisa langsung menyuarakannya lewat internet. Penjelasan resmi dari pihak yang menangani langsung di lapangan harus selaras dengan fakta yang dirasakan warga.

Baca juga :  Korban Gempa Venezuela Tembus 4.118 Jiwa, Kerusakan Diperkirakan Capai Rp667 Triliun

“Kita tidak bisa membohongi itu. Apa yang terjadi di masyarakat nanti, tentu akan terdengar. Ibaratnya, ada asap pasti ada api. Masyarakat akan menyampaikan apa yang mereka lihat dan rasakan,” pungkasnya.