DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Bali menyoroti tata kelola sampah di Bali yang dinilai perlu diperkuat dari tingkat desa. Salah satu caranya dengan meningkatkan dukungan anggaran bagi desa.

Ketua DPD Partai Demokrat Bali Made Mudarta mengatakan pengelolaan sampah tidak seharusnya hanya mengandalkan pengangkutan dari satu wilayah ke wilayah lainnya.

Sampah, kata dia, perlu diselesaikan sedekat mungkin dengan sumbernya agar tidak menimbulkan persoalan baru di wilayah lain maupun berakhir di laut.

Hal itu disampaikan Mudarta saat menghadiri lomba kerakyatan dalam rangka HUT ke-25 Partai Demokrat di halaman DPC Partai Demokrat Kota Denpasar, Minggu (23/8/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat dengan semangat “Bersama Rakyat, Majukan Ekonomi, Tegakkan Keadilan, Jaga Demokrasi”, sekaligus rangkaian Gerakan Langit Biru Indonesia Asri.

Mudarta mengatakan menjaga kebersihan merupakan bagian dari kecintaan terhadap Bali. Namun, persoalan sampah tidak cukup diselesaikan melalui kegiatan bersih-bersih lingkungan. Menurut dia, diperlukan perubahan perilaku masyarakat serta sistem pengelolaan yang mampu menangani sampah sejak dari sumbernya.

“Karena mencintai Bali itu adalah menjaga kebersihannya. Tidak hanya membersihkan sampah, tetapi juga jangan membuang sampah sembarangan,” kata Mudarta.

Baca juga :  Demokrat Bali Lepas 300 Tukik di Pantai Lembeng

Dia mendorong agar pengelolaan sampah diperkuat berbasis desa. Dengan konsep tersebut, setiap desa diharapkan memiliki kemampuan untuk memilah dan mengolah sampah yang dihasilkan masyarakatnya.

“Semangat kita adalah mencintai Bali itu menjaga kebersihannya. Sampah mesti diselesaikan berbasis desa, sehingga tidak ada sampah yang bergerak dari satu desa ke desa yang lain,” ujarnya.

Untuk mewujudkan konsep tersebut, Mudarta menilai dukungan anggaran menjadi faktor penting. Dia berharap Dana Desa tidak dikurangi, tetapi justru diperkuat agar dapat digunakan untuk membangun fasilitas dan sistem pengelolaan sampah di tingkat desa.

“Kalau anggarannya ditambah, otomatis setiap desa itu bisa olah sampah. Kalau sampah selesai di desa, tidak ada sampah lagi bergerak dari satu desa ke desa yang lain, sehingga ekonomi bergerak di desa itu,” katanya.

Selain dukungan anggaran, Mudarta menekankan pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah tangga. Sampah organik dan anorganik perlu dipisahkan sebelum masuk ke proses pengolahan.

Menurut dia, pengelolaan sampah berbasis desa tidak hanya berkaitan dengan persoalan kebersihan dan lingkungan. Sistem tersebut juga berpotensi menciptakan aktivitas ekonomi baru apabila didukung fasilitas serta teknologi pengolahan yang memadai.

Baca juga :  Partai Demokrat Bali Optimis Sapu Bersih Kursi Tiap Dapil DPRD Provinsi 

“Ini visi besar Partai Demokrat. Kalau ini diberikan kepercayaan kepada Demokrat 2029, itu akan dilaksanakan oleh Demokrat,” ujarnya.

Dorong Normalisasi Sungai

Selain tata kelola sampah, Mudarta menyoroti kondisi sejumlah sungai di Bali menjelang musim hujan. Dia mendorong pemerintah melakukan normalisasi sungai sebagai langkah antisipasi terhadap potensi banjir.

Mudarta menyebut sejumlah sungai, termasuk Tukad Badung, sempat menghadapi persoalan banjir. Karena itu, pemerintah dinilai perlu memanfaatkan waktu sebelum musim hujan untuk melakukan pengerukan dan normalisasi.

“Sekarang adalah momentum untuk melakukan normalisasi. Semua sungai itu harus dinormalisasi,” kata Mudarta.

Dia menilai kondisi sejumlah sungai telah mengalami perubahan akibat aktivitas manusia, antara lain penyempitan badan sungai dan pembangunan di sekitar aliran sungai.

Menurut dia, normalisasi perlu dilakukan sebelum curah hujan meningkat sehingga kapasitas aliran sungai dapat kembali optimal.

“Harapan kita kalau pemerintah bisa bergerak, sehingga musim hujan yang turun nanti banjir bisa kita cegah,” ujarnya.

Demokrat Tekankan Komitmen Lingkungan

Mudarta mengatakan kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari komitmen Partai Demokrat melalui Gerakan Langit Biru Indonesia Asri. Gerakan tersebut, kata dia, tidak hanya dilakukan dengan membersihkan lingkungan, tetapi juga melalui kegiatan penanaman dan perawatan pohon.

Baca juga :  Panaskan Mesin Partai, Demokrat Bali Mulai Atur Strategi

“Merawat bumi itu adalah tidak membiarkan tanah itu gundul, tidak menebang pohon, tapi menanam pohon seperti aksi-aksi kami,” katanya.

Dia mengatakan upaya menjaga lingkungan juga sejalan dengan konsep Tri Hita Karana, khususnya menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan alam.

“Ketika ada langit biru, kita bisa hidup di bawahnya dengan nyaman, dengan tenang, dengan damai,” ujarnya.

Sementara itu, kader Partai Demokrat Bali Tutik Kusuma Wardani mengajak seluruh kader Demokrat mengedepankan loyalitas, dedikasi, persatuan, toleransi, dan semangat kebersamaan.

“Harapan saya kepada seluruh kader Partai Demokrat, agar kita mengedepankan loyalitas dan dedikasi kepada negara. Kita harus betul-betul menjaga kebersatuan,” kata Tutik.

Dia menegaskan komitmen Demokrat untuk mendukung program pemerintah, termasuk dalam menjaga lingkungan, keamanan, dan persatuan demi menyambut Indonesia Emas 2045.

Rangkaian kegiatan HUT ke-25 Partai Demokrat akan berlanjut hingga puncak peringatan pada 9 September 2026. Mudarta berharap momentum tersebut semakin memperkuat kedekatan Partai Demokrat dengan masyarakat.

Reporter: Agus Pebriana