SUMENEP DIKSIMERDEKA.COM Kepala KSOP Kelas IV Kalianget Azwar Anas mengatakan proses evakuasi berlangsung sejak pagi dengan bantuan sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi kebakaran.

Informasi yang diterima KSOP berasal dari Stasiun Radio Pantai (SROP) Kalianget dan Masalembu, yang terus memantau komunikasi dengan kapal-kapal di lokasi kejadian.

“Informasi terkini yang kami dapatkan dari Stasiun Radio Pantai, baik Masalembu maupun Kalianget, evakuasi dilakukan oleh sekitar tiga sampai empat kapal yang membantu di lapangan,” kata Azwar.

Menurutnya, hingga sekitar pukul 11.00 WIB, sebagian besar penumpang telah berhasil dipindahkan dari kapal yang terbakar.

“Kondisi terakhir sekitar pukul 11.00 tadi, kurang lebih tinggal 40 orang yang belum dievakuasi. Kemungkinan setelah itu seluruh proses evakuasi sudah dapat diselesaikan,” ujarnya.

Data Penumpang Masih Sementara

KSOP juga menegaskan jumlah penumpang yang beredar saat ini masih berupa data awal dari operator kapal dan belum berdasarkan manifest resmi.

Baca juga :  Gempa Bitung M 7,6, BMKG Ungkap Penyebabnya

“Informasi yang kami terima sementara sekitar 180 penumpang dan 47 orang kru. Belum ada manifest resmi yang bisa kami sampaikan,” ujar Azwar.

Karena itu, proses pencocokan jumlah korban maupun penumpang masih akan dilakukan setelah seluruh penumpang berhasil dievakuasi ke daratan.

Korban Akan Dievakuasi ke Pelabuhan Kalianget

Menurut Azwar, seluruh korban yang berhasil diselamatkan direncanakan dibawa menuju Pelabuhan Kalianget karena merupakan pelabuhan terdekat dari lokasi kebakaran.

Di lokasi tersebut para penumpang akan menjalani pendataan sekaligus pemeriksaan kesehatan sebelum dipulangkan atau mendapatkan penanganan medis lebih lanjut apabila diperlukan.

Namun hingga wawancara berlangsung, KSOP belum menerima laporan mengenai kondisi kesehatan para korban.

Baca juga :  Gunung Dukono Meletus Dahsyat, 3 Pendaki Tewas dan 10 Hilang

“Saat ini belum ada laporan yang kami terima, jadi kami belum mengetahui kondisi riil para korban,” katanya.

Meratus Tak Bisa Mendekat, TB Haznur 26 Ikut Menolong

Azwar mengungkapkan tidak semua kapal yang berada di sekitar lokasi dapat langsung merapat ke kapal yang terbakar.

Ia menyebut kapal Meratus sempat tidak dapat mendekati lokasi, sehingga proses penyelamatan dibantu kapal TB Haznur 26 serta beberapa kapal lain yang berada di sekitar perairan tersebut.

“Meratus tidak bisa mendekat, namun sudah dibantu oleh TB Haznur 26 dan beberapa kapal lainnya,” ujarnya.

Basarnas dan KPLP Kerahkan Kapal Penyelamat

Selain bantuan kapal-kapal di sekitar lokasi, operasi penyelamatan juga diperkuat oleh unsur pemerintah.

Basarnas Surabaya telah mengerahkan dua kapal SAR, sementara Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) juga mengirim kapal dari Panarukan menuju lokasi kebakaran.

Baca juga :  Bus Terseret Kereta di Bangkok, 8 Orang Tewas dan Puluhan Luka

Lokasi insiden diperkirakan berada sekitar tiga jam pelayaran dari pelabuhan terdekat, sehingga proses evakuasi membutuhkan waktu lebih lama.

Komunikasi Masih Terkendala

Azwar juga mengakui informasi dari lapangan belum dapat diperoleh secara langsung karena komunikasi masih mengandalkan SROP.

Ia mengatakan KSOP belum bisa memastikan kondisi kapal maupun penyebab kebakaran karena petugas masih fokus pada operasi penyelamatan.

“Kami masih memonitor perkembangan. Informasi yang kami terima berasal dari SROP yang berkomunikasi dengan kapal-kapal di lokasi,” jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 masih dalam penyelidikan. Prioritas utama aparat saat ini adalah memastikan seluruh penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi dengan selamat sebelum dilakukan investigasi lebih lanjut mengenai penyebab insiden tersebut.