Kebakaran Hutan Eropa terus meluas dan memaksa sekitar 375.000 orang mengungsi dari rumah maupun tempat wisata di Prancis dan Spanyol. Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez menegaskan Semenanjung Iberia kini merasakan dampak nyata krisis iklim yang memicu gelombang kebakaran semakin ekstrem.

PARIS, DIKSIMERDEKA.COM – Kobaran api masih sulit dikendalikan di barat daya Prancis, terutama di wilayah Gironde yang berada dekat Kota Bordeaux. Sementara itu, kebakaran di sekitar Madrid mulai menunjukkan tanda-tanda dapat dikendalikan, meski pemerintah Spanyol tetap mengingatkan situasi masih sangat berbahaya.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez mengatakan negaranya bersama Portugal sedang menghadapi berbagai dampak perubahan iklim, mulai dari kebakaran hutan, badai, hingga cuaca ekstrem lainnya.

“Semenanjung Iberia mengalami dampak krisis iklim secara sangat nyata,” ujar Sánchez saat meninjau pos komando pemadam kebakaran di wilayah barat Madrid.

375 Ribu Orang Mengungsi

Hingga akhir pekan, sekitar 375.000 orang telah dievakuasi akibat kebakaran hutan di dua negara tersebut.

Di Prancis, hampir 260.000 warga meninggalkan rumah mereka, sementara sekitar 116.000 orang dievakuasi di Spanyol.

Kebakaran terbesar terjadi di Gironde, Prancis, yang telah menghanguskan sekitar 42.000 hektare lahan atau hampir empat kali luas Kota Paris.

Baca juga :  Kebakaran Hutan Eropa Selatan Paksa 30 Ribu Warga Mengungsi

Api bahkan telah mendekati kawasan metropolitan Bordeaux dengan jarak sekitar 25 hingga 30 kilometer dari pusat kota.

Meski demikian, Wali Kota Bordeaux Thomas Cazenave mengatakan belum ada rencana untuk mengevakuasi seluruh kota.

Kebakaran Semakin Sulit Diprediksi

Prefek Wilayah Nouvelle-Aquitaine, Sophie Brocas, menyebut karakter kebakaran kali ini belum pernah terjadi sebelumnya di Prancis.

Ia meminta wisatawan menunda perjalanan ke Gironde hingga situasi benar-benar aman.

“Kami tidak tahu ke mana arah api akan bergerak berikutnya,” ujarnya.

Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nuñez mengatakan angin kencang membuat kobaran api kembali membesar pada Sabtu malam sehingga penyebarannya menjadi sangat cepat dan tidak menentu.

Sejak Rabu, sedikitnya 75 petugas pemadam kebakaran mengalami luka saat berjibaku memadamkan api.

Fenomena Langka Muncul

Petugas pemadam melaporkan kebakaran di Gironde memicu terbentuknya pyrocumulonimbus, yaitu awan badai yang tercipta akibat panas ekstrem dari kobaran api.

Fenomena tersebut menghasilkan angin dan pusaran api sendiri sehingga membuat arah penyebaran kebakaran sulit diprediksi.

Baca juga :  Bank Raksasa Guyur Rp14.700 Triliun ke Energi Fosil

Federasi Pemadam Kebakaran Prancis menyebut kondisi seperti itu lazim terjadi di Australia dan Kanada, namun belum pernah tercatat sebelumnya di Prancis.

Militer Dikerahkan

Pemerintah Prancis mengerahkan sekitar 2.500 petugas pemadam kebakaran, 1.500 personel militer, serta 1.200 anggota kepolisian untuk menghadapi bencana tersebut.

Pesawat pemadam juga terus menjatuhkan air dan cairan penghambat api guna memperlambat laju kebakaran menuju Bordeaux.

Sedikitnya 240 rumah dilaporkan hancur, sementara ribuan warga kini bertahan di pusat-pusat pengungsian darurat yang disiapkan pemerintah.

Spanyol Hadapi Kebakaran Terbesar

Di Spanyol, kebakaran di sekitar Madrid mulai terkendali, tetapi api baru muncul di dekat Kota Valencia sehingga sedikitnya 15.000 orang kembali dievakuasi.

Menteri Lingkungan Hidup Spanyol Sara Aagesen menyebut kebakaran yang menghanguskan sekitar 50.000 hektare lahan di Provinsi Ávila sebagai kebakaran hutan terbesar dalam sejarah modern Spanyol.

Data Kementerian Lingkungan Hidup Spanyol menunjukkan sepanjang 2026 telah terjadi 32 kebakaran besar yang menghanguskan lebih dari 152.000 hektare lahan, jauh meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Baca juga :  Kapal Rusia Tenggelam Misterius di Spanyol, Diduga Bawa Reaktor Nuklir ke Korea Utara

Para ahli menilai gelombang panas berkepanjangan akibat krisis iklim telah membuat vegetasi di Eropa menjadi sangat kering sehingga kebakaran lebih mudah terjadi dan semakin sulit dipadamkan.

Uni Eropa Tingkatkan Kewaspadaan

Komisi Eropa memperingatkan musim kebakaran tahun ini berpotensi menjadi salah satu yang terburuk dalam sejarah. Komisioner Uni Eropa untuk Manajemen Krisis, Hadja Lahbib, mengatakan luas lahan yang terbakar kemungkinan akan melampaui rekor tahun-tahun sebelumnya karena musim kebakaran dimulai lebih awal akibat suhu yang terus meningkat.

Data pemerintah Spanyol menunjukkan hingga saat ini telah terjadi 32 kebakaran besar yang menghanguskan lebih dari 152.678 hektare lahan sepanjang 2026. Pada periode yang sama tahun lalu, hanya tercatat tujuh kebakaran besar dengan luas area terbakar sekitar 24.133 hektare.

Para ilmuwan menilai gelombang panas yang semakin sering terjadi membuat hutan dan vegetasi di berbagai wilayah Eropa menjadi sangat kering sehingga api lebih mudah menyebar. Kondisi tersebut juga meningkatkan risiko kebakaran berskala besar yang sulit dikendalikan, meskipun ribuan petugas, pesawat pemadam, dan personel militer telah dikerahkan di lapangan.