Hari Mangrove Sedunia, Parta Ajak Pemerintah dan Dunia Usaha Perkuat Konservasi
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Anggota DPR RI I Nyoman Parta mengajak pemerintah dan pelaku usaha memperkuat upaya konservasi terhadap mangrove di Bali. Menurutnya, ekosistem mangrove merupakan benteng alami kawasan pesisir yang harus dijaga.
Hal tersebut disampaikan Parta saat mengikuti kegiatan penanaman pohon dan bersih-bersih pantai di Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Minggu (27/7/2026).
Penanaman ini bertepatan dengan Hari Mangrove Sedunia. Dalam kesempatan itu, Parta menyampaikan, pelestarian mangrove merupakan tanggung jawab bersama karena keberadaan ekosistem tersebut memiliki peran penting dalam melindungi kawasan pesisir dari abrasi, menjadi habitat berbagai biota, sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan.
“Merawat alam dan merawat lingkungan berarti merawat diri kita sendiri. Itu harus menjadi fondasi kita semua,” ujarnya.
Ia mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam aksi penanaman mangrove kali ini. Menurutnya, antusiasme tersebut menunjukkan kepedulian masyarakat Bali terhadap pelestarian lingkungan masih sangat besar.
“Kami hanya menyebarkan undangan melalui media sosial dan beberapa komunitas, tetapi masyarakat yang datang membludak. Ini menunjukkan masyarakat Bali sangat mudah diajak bergerak ketika tujuannya untuk kebaikan,” katanya.
Lebih lanjut, Parta berharap Pemerintah Provinsi Bali terus memperkuat program rehabilitasi kawasan mangrove yang mengalami kerusakan. Menurutnya, kawasan yang rusak harus segera dipulihkan agar fungsi ekologis mangrove tetap terjaga.
Selain pemerintah, ia juga meminta para pelaku usaha yang beraktivitas di kawasan pesisir memberikan perhatian lebih terhadap kelestarian mangrove. Setiap kegiatan pembangunan, katanya, harus disertai langkah mitigasi sejak awal agar tidak menimbulkan kerusakan ekosistem.
“Mangrove adalah pohon yang sangat berjasa bagi kehidupan kita, tetapi juga sangat rentan. Karena itu, setiap aktivitas usaha di kawasan pesisir harus memiliki mitigasi agar tidak merusak mangrove,” ujarnya.
Ia menjelaskan mangrove merupakan tanaman yang membutuhkan waktu sangat lama untuk tumbuh. Karena itu, kerusakan yang terjadi tidak dapat dipulihkan dalam waktu singkat.
“Artinya, jangan sampai mangrove kita mati. Membesarkannya membutuhkan waktu yang sangat lama,” katanya.
Aksi penanaman mangrove tersebut diikuti puluhan komunitas lingkungan, organisasi mahasiswa, komunitas ojek online, serta masyarakat umum. Selain menanam mangrove, para peserta juga melakukan aksi bersih-bersih sampah di kawasan pesisir Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai sebagai bagian dari peringatan Hari Mangrove Sedunia.
Reporter: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan