DIKSIMERDEKA.COM – Komunitas Gagasan Pemuda Bali bersama berbagai elemen masyarakat melakukan aksi bersih-bersih sampah plastik di kawasan ekowisata Mangrove Batu Lumbang, Bali, dan berhasil mengangkut 553 kilogram sampah dari area tersebut.

Aksi yang berlangsung selama kurang lebih dua jam tersebut menyasar area pesisir mangrove yang dipenuhi sampah plastik. Dari kegiatan ini, terkumpul sebanyak 553 kilogram sampah yang mayoritas merupakan limbah rumah tangga.

Baca juga :  Pecalang Bali Deklarasi Tolak Demo Anarki, Tegaskan Pulau Dewata Harus Tetap Damai

Koordinator Gagasan Pemuda Bali, I Gusti Putu Putra Mahardika, mengatakan kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pembersihan lingkungan, tetapi juga sebagai upaya edukasi kepada masyarakat terkait dampak sampah terhadap ekosistem pesisir.

“Selain membantu kelompok nelayan di kawasan ini, kegiatan ini menjadi alarm bagi masyarakat bahwa sampah yang dibuang sembarangan ke saluran air pada akhirnya akan bermuara di laut dan membebani ekosistem mangrove,” ujarnya.

Baca juga :  Wisman ke Bali Tembus Rekor 7,1 Juta di 2025, Menpar Apresiasi Kinerja Gubernur Koster

Ia menambahkan, kondisi tersebut berpotensi merusak habitat mangrove serta mengganggu kehidupan biota laut yang bergantung pada ekosistem tersebut.

Mahardika juga mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan ini, termasuk para donatur dan relawan yang terlibat secara langsung di lapangan.

Ke depan, pihaknya berencana mengembangkan pola kegiatan serupa dengan pendekatan yang lebih menyeluruh, mulai dari wilayah hulu, tengah, hingga hilir sebagai bagian dari upaya penanganan sampah secara terpadu.Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan lainnya untuk bersama-sama mengatasi persoalan sampah di Bali.

Baca juga :  Sekolah Rakyat Memutus Rantai Kemiskinan

“Ini adalah masalah kolektif yang harus segera kita selesaikan bersama,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah semakin meningkat, sehingga kelestarian lingkungan, khususnya ekosistem mangrove, dapat terus terjaga.

Editor: Agus Pebriana