Surya Sentana Nahkodai WALHI Bali, Komitmen Perjuangkan Perlindungan Lingkungan
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Anak Agung Gede Surya Sentana, S.Fil resmi menahkodai Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Bali sebagai Direktur Eksekutif periode 2026–2030.
Ia terpilih dalam Pertemuan Daerah Lingkungan Hidup (PDLH) yang digelar di Sekretariat WALHI Bali, Denpasar, Minggu (19/7/2026).
Surya Sentana menggantikan Made Krisna Dinata (Bokis) yang menjabat Direktur Eksekutif WALHI Bali periode 2022–2026.
Sebelum pemilihan, WALHI Bali meluncurkan dokumen State of the Art Lingkungan Hidup Bali yang memotret kondisi terkini lingkungan hidup di Bali.
Dokumen tersebut menyoroti berbagai persoalan ekologis, mulai dari krisis air, alih fungsi lahan pertanian, kerusakan pesisir, degradasi mangrove, reklamasi, hingga ekspansi industri pariwisata yang dinilai semakin menekan daya dukung lingkungan.
Usai terpilih, Gung Surya menegaskan pergantian kepemimpinan tidak akan mengubah komitmen WALHI Bali dalam memperjuangkan perlindungan lingkungan hidup.
Menurutnya, WALHI Bali akan tetap mengawal dan mengadvokasi berbagai proyek yang dinilai merusak lingkungan.
“Kami tetap berkomitmen melawan proyek-proyek ekstraktif yang merusak alam. Hak atas lingkungan hidup yang baik bagi rakyat harus terus diperjuangkan,” ujarnya.
Ia juga menilai praktik investasi di Bali kerap mengabaikan aspek perlindungan lingkungan. Menurutnya, investasi seharusnya tunduk pada hukum, bukan sebaliknya.
“Jangan sampai investasi justru menghancurkan Bali. Praktik investasi hari ini haus lahan dan haus air sehingga menggerus lahan-lahan produktif, terutama lahan pertanian,” katanya.
Selain memilih Direktur Eksekutif, PDLH 2026 juga menetapkan Dewan Daerah WALHI Bali, yakni I Made Juli Untung Pratama, Dewa Putu Alit Sunarya, S.H., dan I Wayan Sathya Tirtayasa.
Reporter: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan