Tindaklanjuti Permintaan Koster, Wamentan Segera Tambah Dukungan Pupuk Organik Cair untuk Bali
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono memastikan segera menindaklanjuti permintaan Gubernur Bali Wayan Koster terkait penambahan kuota pupuk organik cair guna mendukung pengembangan pertanian organik di Pulau Dewata.
Sudaryono mengatakan Kementerian Pertanian memanggil Dinas Pertanian Provinsi Bali untuk berkordinasi dengan Direktoral Jenderal terkait untuk memetakan kebutuhan di lapangan pupuk cair organik di Pulau Dewata.
“Kita akan atensi. Apa-apa yang harus kami support di sektor pertanian. kalau tadi sempat di sampaikan pupuk organik, karena Bali ini memang kan sektor pariwisata jadi hight higienis,” terangnya Jumat (10/07/2026).
Ia menegaskan, setelah kunjungannya ke Bali, Kementerian Pertanian akan melakukan pengecekan terhadap lokasi dan kebutuhan pupuk organik cair di Bali.
“Setelah dari Bali kami akan cek apa yang bisa kami lakukan, di mana lokasinya, di mana titik kebutuhannya. Kami akan bantu. Kepala Dinas Pertanian Provinsi akan kami panggil untuk berkoordinasi dengan Dirjen kami,” katanya.
Sebelumnya, Gubernur Bali Wayan Koster meminta dukungan pemerintah pusat untuk menambah kuota pupuk organik cair agar mampu memenuhi kebutuhan petani yang terus meningkat seiring berkembangnya pertanian organik di Bali.
Ia mengatakan Bali terus memperkuat sistem pertanian organik melalui implementasi Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2019 tentang Sistem Pertanian Organik.
Dari sekitar 64 ribu hektare lahan sawah di Bali, lebih dari 60 persen di antaranya telah bersertifikat organik.
Menurutnya, pengembangan pertanian organik tidak hanya meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung keberlanjutan sektor pariwisata Bali.
Lebih jauh, Koster menyampaikan bahwa secara umum Bali telah mampu memenuhi kebutuhan pangan pokok secara mandiri. Produksi beras, jagung, bawang merah, dan cabai bahkan telah berada dalam kondisi surplus.
Meski demikian, Koster mengakui komoditas bawang putih masih bergantung pada impor. Karena itu, Pemerintah Provinsi Bali tengah mendorong perluasan areal tanam bawang putih di sejumlah daerah seperti Buleleng, Jembrana, dan Karangasem.
“Kami ingin menghentikan ketergantungan terhadap impor bawang putih agar petani Bali memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar,” ujarnya.
Reporter: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan