DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster mengungkapkan bahwa berbagai kebijakan pembangunan ramah lingkungan yang diterapkan di Bali mendapat perhatian lembaga internasional. Sejumlah forum global pun mengundang dirinya untuk mempresentasikan konsep pembangunan berkelanjutan yang diterapkan di Pulau Dewata.

Menurut Koster, kebijakan yang mengedepankan kearifan lokal dan keberlanjutan, seperti penggunaan energi bersih, pengembangan kendaraan listrik berbasis baterai, pertanian organik, serta pembatasan penggunaan plastik sekali pakai, mendapat apresiasi dari berbagai negara.

“Visi pembangunan Bali dengan kebijakan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan ternyata mendapat perhatian serius dari lembaga-lembaga internasional,” kata Koster saat menyampaikan sambutan saat serah terima WTP di Sidang Paripurna DPRD Bali, Senin (08/06/2026).

Baca juga :  Gubernur Koster: Satgas Imigrasi Akan Perkuat Penindakan WNA Bermasalah di Bali

Ia mengungkapkan, Bali sempat diundang menghadiri pertemuan kepala daerah se-Asia di Jepang pada 7-10 Juni 2026. Namun, undangan tersebut belum dapat dipenuhi Koster.

Selain itu, Koster juga menerima undangan menghadiri forum iklim global di London yang akan mempertemukan kepala daerah dari berbagai negara yang menerapkan konsep pembangunan berkelanjutan.

Untuk undangan itu, Koster mengungkapkan telah memperoleh izin dari Sekretariat Negara untuk menghadiri forum tersebut.

Baca juga :  Hadiri Munas Peradi SAI, Gubernur Usulan Program 'Satu Desa Satu Advokat'
Gubernur Bali Wayan Koster. Foto: dok/Pemprov Bali.

Menurutnya, undangan itu menjadi kesempatan penting tidak hanya bagi Bali, tetapi juga Indonesia. Sebab, dunia mulai melihat Bali sebagai contoh pembangunan yang mampu memadukan pelestarian lingkungan dengan nilai-nilai budaya lokal.

“Kami mendapat respons yang sangat positif dari masyarakat internasional. Apa yang dilakukan Bali ternyata menjadi perhatian dunia,” ujarnya.

Tak hanya itu, Bali juga mendapat undangan dari Yunani untuk menghadiri forum pembangunan pariwisata berkelanjutan yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026.

Baca juga :  Gubernur Bali Sukses Perjuangkan Sertifikat 24 Kekayaan Intelektual ke Kemenkumham RI

Koster menilai, ketertarikan dunia terhadap Bali bukan semata-mata karena kemajuan teknologi, melainkan karena keberhasilan daerah ini menerapkan pembangunan berkelanjutan yang berlandaskan nilai-nilai kehidupan lokal.

“Bali dijadikan salah satu model pembangunan berkelanjutan dan ramah lingkungan dengan menerapkan nilai-nilai kehidupan lokal. Inilah yang menginspirasi dunia,” katanya.

Karena itu tambahnya, Bali mendapat kesempatan khusus untuk memaparkan berbagai kebijakan dan aksi pembangunan yang telah diterapkan di daerahnya agar dapat menjadi referensi bagi berbagai negara dalam mengembangkan pembangunan yang berkelanjutan.

Reporter: Agus Pebriana