Mantan Dirut Perumda Sewaka Dharma Ungkap Tantangan yang Harus Dijawab Direktur Baru
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Mantan Direktur Utama Perumda Pasar Sewaka Dharma Kota Denpasar Ida Bagus Kompyan Wiranata memaparkan sejumlah tantangan yang harus menjadi perhatian direktur utama berikutnya.
Hal itu disampaikannya seiring dengan proses seleksi Direktur Utama Perumda Pasar Sewaka Dharma yang sedang dibuka Pemerintah Kota Denpasar.
Perlu diketahui, sebelumnya Gus Kowi sapaan akrabnya telah melakukan serah terima jabatan kepada pelaksana tugas sejak 4 Juli 2026.
Meski telah mencapai sejumlah keberhasilan mengelola pasar di Denpasar saat menjabat, menurut Gus Koi masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh direktur utama baru.
Salah satunya adalah tata ruang dan wajah pasar. Menurutnya kondisi pasar saat ini masih terkesan becek, bau dan kurang terawat.
“Tantangan yang paling menonjol di pasar rakyat adalah kondisi pasar yang masih becek, bau, dan kurang terawat. Ini menjadi pekerjaan utama yang harus dibenahi,” ujarnya, Kamis (09/07/2026).
Selain pembenahan fisik pasar, Gus Kowi menilai peningkatan pendapatan perusahaan juga harus terus menjadi fokus. Menurutnya, saat mulai menjabat, Gus Kowi mengungkapkan bahwa tingkat pendapatan perusahaan masih sekitar 50 persen dari pendapatan saat ini yaitu Rp 60 miliar.
Untuk itu, Gus Kowi menegaskan sebagai perusahaan daerah, Direktur yang baru harus mampu menghadirkan berbagai inovasi untuk membuka sumber-sumber pendapatan baru sehingga kinerja perusahaan terus meningkat.
Selanjutnya, Gus Kowi juga menyoroti kualitas sumber daya manusia (SDM) yang dinilainya masih perlu ditingkatkan, terutama melalui pendidikan dan pelatihan.
Selama masa kepemimpinannya, ia mengaku telah mendorong seluruh pegawai bekerja berdasarkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) agar pengelolaan perusahaan semakin profesional.
“Kami juga terus berkoordinasi dengan BPKP agar pengelolaan perusahaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pendidikan dan pelatihan pegawai sudah dilakukan, tetapi ke depan masih harus terus ditingkatkan,” katanya.
Di bidang organisasi, Gus Kowi menilai efisiensi jumlah pegawai juga menjadi tantangan. Ia mengatakan Perumda telah menghentikan rekrutmen pegawai sejak tahun lalu sebagai bagian dari upaya merampingkan perusahaan.
Saat ini Perumda Pasar Sewaka Dharma memiliki sekitar 620 pegawai yang mengelola 16 unit pasar. Ke depan, menurutnya, moratorium penerimaan pegawai perlu dipertahankan sehingga jumlah pegawai dapat disesuaikan secara bertahap hingga kisaran 300–400 orang.
“Kalau kita bisa moratorium akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan pegawai,” terangnya.
Di luar aspek manajemen internal, Gus Kowi menyebut pengendalian inflasi juga menjadi tantangan besar bagi Perumda.
Menurutnya, perusahaan telah membentuk program Sewaka Jaya sebagai upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di pasar.
Selain itu, Perumda juga rutin menggelar operasi pasar, baik melalui subsidi pemerintah maupun subsidi perusahaan, untuk membantu menjaga harga sejumlah komoditas strategis seperti cabai, beras, dan kebutuhan pokok lainnya agar tidak mengalami lonjakan.
Perlu diketahui saat ini Pemerintah Kota Denpasar tengah melakukan seleksi pemilihan jabatan Direktur Utama dan Direktur Operasional Perusahaan Umum Daerah Pasar Sewakadarma.
Reporter: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan