DIKSIMERDEKA.COM DALLAS – Cristiano Ronaldo memastikan Piala Dunia 2026 menjadi penampilan terakhirnya di turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia. Kepastian itu disampaikan setelah Portugal tersingkir usai kalah 0-1 dari Spanyol pada babak 16 besar.

Gol Mikel Merino pada masa injury time mengakhiri perjalanan Portugal sekaligus menutup kisah Ronaldo di Piala Dunia. Meski demikian, penyerang berusia 41 tahun itu belum memutuskan apakah akan pensiun dari sepak bola atau masih melanjutkan karier profesionalnya.

“Saya sedih harus mengakhiri perjalanan seperti ini, tetapi saya telah memberikan segalanya, selalu memberikan yang terbaik,” kata Ronaldo seusai pertandingan.

Ronaldo: Saya Pergi dengan Hati Nurani yang Bersih

Laga melawan Spanyol menjadi pertandingan ke-233 Ronaldo bersama tim nasional Portugal, tepat 23 tahun setelah menjalani debut internasionalnya.

Ia meninggalkan Piala Dunia sebagai satu-satunya pemain dalam sejarah yang mampu mencetak gol di enam edisi berbeda turnamen tersebut.

Meski gagal membawa Portugal menjadi juara dunia, Ronaldo mengaku tidak menyesali perjalanan kariernya bersama tim nasional.

“Saya pergi dengan hati nurani yang bersih. Inilah sepak bola, inilah kehidupan seorang pesepak bola. Kadang menang, kadang kalah. Besok saya akan bangun seperti biasa, dengan hati nurani yang bersih karena saya telah memberikan segalanya,” ujarnya dilansir ESPN, Selasa (7/7/2026).

Baca juga :  Skotlandia vs Brasil: Tartan Army Tantang Selecao di Grup C

Ronaldo juga menilai gelar Piala Eropa 2016 bersama Portugal memiliki makna yang sama besarnya dengan trofi Piala Dunia.

“Sebelum Cristiano, Portugal belum pernah memenangkan trofi besar. Saya memenangkan tiga gelar bersama Portugal. Gelar terbaik saya adalah Euro 2016, yang bagi saya nilainya sama seperti Piala Dunia,” katanya.

Meski memastikan tidak akan tampil lagi di Piala Dunia, Ronaldo mengatakan dirinya belum ingin mengambil keputusan mengenai masa depan kariernya.

“Saya butuh waktu untuk berpikir dan bersama keluarga. Saya tidak ingin membuat keputusan dalam kondisi emosional,” ujarnya.

Roberto Martínez Puji Ronaldo

Pelatih Portugal Roberto Martínez tetap memberikan apresiasi tinggi kepada Ronaldo meski penampilannya saat menghadapi Spanyol tidak terlalu menonjol.

Menurut Martínez, Ronaldo telah menjadi contoh sebagai kapten sejak dirinya mulai menangani Portugal.

“Saya berterima kasih kepadanya. Dia adalah kapten yang luar biasa. Ketika saya datang, banyak pertanyaan mengenai posisinya di tim, tetapi dia memberi teladan, bukan hanya lewat gol-golnya, melainkan juga lewat kepemimpinannya,” kata Martínez.

Baca juga :  Spanyol vs Arab Saudi 4-0: Lamine Yamal Comeback, Oyarzabal Cetak Brace

Pelatih asal Spanyol itu menyebut Ronaldo sebagai ikon sepak bola yang sulit tergantikan.

“Tidak banyak pemain seperti Ronaldo. Dia adalah ikon sepak bola, atlet luar biasa, sekaligus pribadi yang menjadi teladan,” ujarnya.

Martínez Jelaskan Alasan Tak Menarik Ronaldo

Martínez juga membela keputusannya mempertahankan Ronaldo hingga pertandingan berakhir, meski Portugal membutuhkan perubahan di lini depan.

Menurutnya, ketika tim sedang mengejar gol, tidak masuk akal menarik keluar pencetak gol terbaik yang dimiliki.

“Ketika Anda membutuhkan gol, Anda tidak bisa menariknya keluar. Secara fisik dia masih sangat mampu, baik dalam situasi bola mati maupun di dalam kotak penalti. Pengalamannya sangat penting,” kata Martínez.

Ia mengakui Gonçalo Ramos mungkin bisa dimainkan jika pertandingan berlanjut ke babak tambahan waktu. Namun selama waktu normal, struktur permainan Portugal dinilai lebih tepat jika Ronaldo tetap berada di lapangan.

Laga melawan Spanyol juga menjadi pertandingan terakhir Martínez sebagai pelatih Portugal.

Baca juga :  Hasil Amerika Serikat vs Australia 2-0: Tanpa Pulisic, Tim Paman Sam Melaju ke 32 Besar

Meski gagal melangkah lebih jauh, ia mengaku bangga terhadap perjuangan timnya.

“Kami bermain seimbang melawan salah satu favorit juara. Saya sangat bangga dengan karakter, fokus, dan kepribadian para pemain,” ujarnya.

Merino Jadi Pembeda untuk Spanyol

Di kubu Spanyol, pelatih Luis de la Fuente memberikan pujian kepada Mikel Merino yang masuk dari bangku cadangan dan menjadi penentu kemenangan.

“Dia adalah pemain luar biasa, salah satu yang terbaik di posisinya di dunia. Dia memberikan penampilan fantastis dan mencetak gol yang luar biasa,” kata De la Fuente.

Menurutnya, kontribusi pemain pengganti menjadi salah satu kekuatan utama Spanyol sepanjang turnamen.

“Kami mendapat dampak besar dari para pemain yang masuk dari bangku cadangan di setiap pertandingan,” ujarnya.

Kemenangan atas Portugal membawa Spanyol melaju ke perempat final Piala Dunia 2026, sementara Portugal harus mengakhiri perjalanan mereka. Bagi Cristiano Ronaldo, laga tersebut menjadi penutup kariernya di panggung Piala Dunia setelah mencatat sejarah sebagai pencetak gol di enam edisi turnamen yang berbeda.