DPRD Minta Pemerintah Tak Kejar Target 7 Juta, Tapi Kualitas Spending Wisatawan di Bali
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bali meminta Pemerintah Provinsi Bali tidak hanya berfokus mengejar target 7 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada 2026. Pemerintah juga didorong untuk meningkatkan kualitas pariwisata dengan berfokus pada besaran spending atau pengeluaran wisatawan selama berada di Pulau Dewata.
Ketua Komisi II DPRD Bali Agung Bagus Pratiksa Linggih mengatakan, ukuran keberhasilan pariwisata seharusnya tidak hanya dilihat dari banyaknya wisatawan yang datang, tetapi juga dari nilai ekonomi yang mereka hasilkan.
“Kita sering bicara quality tourism, tapi yang selalu dibahas justru jumlah wisatawan yang datang. Seharusnya pemerintah mencari tahu terlebih dahulu berapa spending rata-rata setiap wisatawan, lalu menyusun strategi untuk meningkatkan angka tersebut,” ujarnya, Senin (6/7/2026).

Guna meningkatkan spending wisatawan, menurutnya, harus didukung dengan pembenahan berbagai fasilitas dan infrastruktur pariwisata. Pemerataan pembangunan destinasi juga dinilai penting agar wisatawan memiliki lebih banyak pilihan aktivitas selama berlibur di Bali.
Ia mencontohkan, persoalan kemacetan yang masih terjadi di sejumlah kawasan wisata justru mengurangi potensi belanja wisatawan.
Waktu yang habis di perjalanan membuat wisatawan hanya mampu mengunjungi lebih sedikit destinasi dalam satu hari, sehingga pengeluaran mereka juga ikut berkurang.
Politisi Golkar ini juga mengingatkan agar kebijakan pembatasan wisatawan dilakukan secara hati-hati. Menurutnya, pembatasan jumlah kunjungan tanpa diiringi peningkatan kualitas fasilitas dan kenaikan spending wisatawan berpotensi menekan perputaran ekonomi daerah.
Adapun Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Provinsi Bali I Wayan Sumarajaya mengatakan pemerintah menargetkan 7 juta kunjungan hingga akhir 2026. Target tersebut hampir setara dengan capaian tahun 2025 yang mencapai 7,05 juta kunjungan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dari Januari hingga Mei 2026 jumlah wisman yang datang ke Bali 2.598.143 orang.
Untuk mencapai target kunjungan 7 juta wisman pada 2026, Pemprov Bali menyiapkan sejumlah langkah strategis. Di antaranya memperkuat promosi pariwisata di pasar utama seperti Australia, India, Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, Eropa, dan Amerika, sekaligus membuka pasar potensial baru.
Selain itu, pemerintah juga mendorong penyelenggaraan berbagai event internasional, sport tourism, meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE), festival budaya, hingga pengembangan pariwisata berbasis desa wisata.
“Di samping itu, kami terus meningkatkan kualitas destinasi melalui penerapan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan, termasuk penegakan tata kelola pariwisata, kebersihan, keamanan, kenyamanan, serta kebijakan yang mendorong wisatawan menghormati budaya, adat istiadat, dan lingkungan Bali,” ujarnya.
Ia optimistis target kunjungan wisman tahun ini dapat tercapai dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan.
“Pariwisata Bali dibangun melalui kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, dan seluruh komponen yang menjaga citra Bali sebagai destinasi pariwisata kelas dunia,” ungkap Sumarajaya.
PHRI Prediksi High Season Juli–Oktober Sumbang 3,5 Juta Wisman
Sementara itu, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menilai target Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali mendatangkan 7 juta wisatawan mancanegara (wisman) sepanjang 2026 masih sangat realistis untuk dicapai.
Optimisme itu didasarkan pada tren kunjungan wisatawan yang terus meningkat meski dunia masih dibayangi ketidakpastian geopolitik.
Ketua PHRI Badung, I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya mengatakan periode high season pada Juli hingga Oktober akan menjadi momentum utama untuk mengejar target 7 juta kunjungan.
“Melihat perkembangan situasi dan kondisi pariwisata Bali, trennya cukup bagus. Sekalipun masih ada geopolitik dan eskalasi konflik di Timur Tengah, wisatawan tetap datang dan memilih Bali sebagai destinasi terbaik. Jadi saya pikir target 7 juta itu sangat realistis dan saya optimistis bisa tercapai,” kata Suryawijaya.
Ia memperkirakan selama periode Juni hingga Oktober atau sekitar lima bulan musim liburan, Bali akan menerima tambahan kunjungan sekitar 3 juta hingga 3,5 juta wisatawan mancanegara.
“Mulai Juli, Agustus, September, Oktober hingga pertengahan Desember merupakan periode yang sangat baik. Lima bulan ini merupakan masa high season dan kami perkirakan bisa menyumbang sekitar 3 juta sampai 3,5 juta kunjungan wisatawan,” ujarnya.
Reporter: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan