DIKSIMERDEKA.COM, PRINGSEWU – Tradisi Suran dan Jamasan Pusaka Nusantara kembali menjadi ruang mempererat persaudaraan lintas suku, agama, dan budaya di Provinsi Lampung. Di tengah derasnya arus modernisasi, tradisi tersebut dinilai tidak sekadar menjadi ritual tahunan, tetapi juga sarana merawat nilai sejarah, memperkuat identitas budaya, serta menumbuhkan rasa kebangsaan.

Semangat itu mewarnai pelaksanaan Suran Panji Sewu dan Jamasan Pusaka Nusantara yang digelar Perkumpulan Paguyuban Pelestari Tosan Aji Panji Sewu Provinsi Lampung di Sekretariat Panji Sewu, Pekon Sukoharjo III, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu.

Kegiatan tersebut dihadiri para sesepuh, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintah daerah. Hadir mewakili Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Lampung Ahmad Saipul, Ketua DPRD Kabupaten Pringsewu Suherman, perwakilan Bupati Pringsewu, unsur TNI-Polri, serta berbagai elemen masyarakat.

Baca juga :  Perburuan Rusa Sambar di TNBBS Lampung Dibongkar, 5 Pemburu Ditangkap

Dalam sambutan tertulis Gubernur Lampung yang dibacakan Ahmad Saipul, ditegaskan bahwa pelestarian tradisi tidak cukup hanya melalui penyelenggaraan seremoni, tetapi harus dibarengi dengan pewarisan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya kepada generasi muda.

“Sebuah tradisi akan terus hidup bukan karena sering ditampilkan, melainkan karena nilai yang dikandungnya terus dipahami dan diwariskan. Ketika maknanya hilang, yang tersisa hanyalah seremoni. Tetapi ketika maknanya terus dijaga, tradisi akan selalu menemukan tempat di setiap generasi,” demikian pesan Gubernur Lampung.

Menurut Gubernur, tradisi Suran mengajarkan masyarakat untuk melakukan refleksi atas perjalanan hidup sekaligus memperkuat tekad dalam menapaki masa depan. Sementara prosesi jamasan merupakan bentuk penghormatan terhadap sejarah dan perjuangan para leluhur yang telah mewariskan nilai keteguhan, kebijaksanaan, dan semangat gotong royong.

“Yang dirawat bukan hanya pusakanya, tetapi juga rasa hormat kepada sejarah dan ingatan tentang perjuangan para pendahulu,” lanjutnya.

Baca juga :  Telkom Disentil DPR! Lampung Tumbuh 5,9 Persen, Tapi 85 Dusun Masih Blank Spot

Gubernur berharap Suran dan Jamasan Pusaka Nusantara terus menjadi ruang yang mempererat persaudaraan, memperkuat kebersamaan, sekaligus mengingatkan bahwa kemajuan akan lebih kokoh apabila dibangun di atas akar budaya yang kuat.

Tokoh adat Lampung yang juga Ketua JMSI Lampung, Ahmad Novriwan, menilai tradisi jamasan merupakan bagian dari kekayaan budaya Nusantara yang harus terus dilestarikan di tengah perubahan zaman.

“Budaya adiluhung seperti jamasan mulai ditinggalkan. Padahal, tradisi seperti ini merupakan kekayaan bangsa yang tidak ternilai. Kita harus terus menjaganya agar generasi muda tetap mencintai budaya Nusantara,” ujarnya.

Ia berharap pelestarian budaya dapat menjadi bagian dari upaya mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 melalui generasi yang berkarakter, menghargai sejarah, dan bangga terhadap warisan budayanya.

Sementara itu, Ketua Perkumpulan Paguyuban Pelestari Tosan Aji Panji Sewu Provinsi Lampung, Dony Estavian, mengatakan Suran dan Jamasan Pusaka Nusantara bukan sekadar ritual tahunan, melainkan bentuk penghormatan kepada para leluhur sekaligus upaya menanamkan kecintaan terhadap warisan budaya bangsa.

Baca juga :  Karantina Bali Tahan 25 Sapi Kurban TujuanLampung, Dokumen Diduga Palsu

Menurut Dony, prosesi jamasan dilakukan sebagai bentuk perawatan sekaligus penghormatan terhadap pusaka yang menjadi bagian dari perjalanan sejarah bangsa. Ia mengingatkan bahwa keris telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda dunia.

Lebih jauh, Dony menegaskan Panji Sewu menjadi ruang pertemuan masyarakat dari berbagai latar belakang suku, agama, dan ras yang dipersatukan oleh semangat melestarikan budaya.

“Suran dan Jamasan Pusaka Nusantara kami harapkan terus menjadi ruang perekat silaturahmi tanpa memandang perbedaan. Di sinilah persatuan tumbuh, karena keluarga besar Panji Sewu berasal dari beragam suku dan ras, tetapi dipersatukan oleh kecintaan terhadap budaya Nusantara,” kata Dony.