Australia vs Paraguay 0-0: Socceroos Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
DIKSIMERDEKA.COM SANTA CALARA–Duel Australia vs Paraguay memang berakhir tanpa gol, tetapi peluit panjang di Levi’s Stadium, Santa Clara, justru disambut sorak-sorai ribuan pendukung Socceroos. Hasil imbang 0-0 sudah cukup membawa Australia melangkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026, mengakhiri laga penuh ketegangan yang lebih mengutamakan efektivitas daripada hiburan.
Peluit panjang menjadi penanda berakhirnya persaingan di Grup D. Amerika Serikat melenggang ke fase gugur sebagai juara grup dengan enam poin. Di belakangnya, Australia mengamankan tiket terakhir ke babak 32 besar berkat koleksi empat poin dan keunggulan selisih gol atas Paraguay yang juga mengumpulkan empat angka. Sementara itu, Turki harus mengakhiri perjalanan mereka di posisi juru kunci dengan tiga poin.
Tambahan satu poin memastikan Australia finis sebagai runner-up Grup D dan mencatatkan pencapaian bersejarah dengan lolos ke fase gugur Piala Dunia untuk ketiga kalinya sepanjang sejarah mereka.

Sejak menit awal, pelatih Tony Popovic kembali membuat kejutan lewat perubahan besar dalam susunan pemain. Enam wajah baru langsung dipercaya tampil, termasuk Lucas Herrington yang menjalani debutnya di Piala Dunia pada usia 18 tahun.
Keputusan tersebut terbukti tidak mengecewakan. Herrington tampil tenang dan dewasa di lini belakang, bahkan beberapa kali mematahkan serangan Paraguay dengan duel-duel udara yang dimenangkannya.
Paraguay sendiri datang dengan misi yang sama. Hasil imbang juga cukup mengantar mereka lolos sehingga pertandingan berlangsung dalam tempo yang relatif hati-hati. Kedua tim lebih banyak memainkan bola di area tengah lapangan tanpa mengambil risiko besar.
Australia justru lebih dominan menguasai permainan. Cristian Volpato dan Jordy Bos beberapa kali membangun serangan dari sisi kanan, sementara Jackson Irvine menjadi pengatur ritme permainan di lini tengah.
Peluang terbaik Australia pada babak pertama lahir ketika Volpato membuka ruang di depan kotak penalti sebelum mengirim bola kepada Bos. Namun tendangan keras pemain AZ Alkmaar tersebut masih mampu diamankan kiper Paraguay, Orlando Gil.
Paraguay lebih banyak menunggu dan mengandalkan serangan balik cepat melalui Julio Enciso serta Diego Gómez. Meski demikian, pertahanan Australia tampil disiplin sehingga lawan kesulitan menciptakan peluang bersih.
Memasuki babak kedua, ketegangan semakin terasa. Jackson Irvine menerima kartu kuning setelah menghentikan pergerakan Julio Enciso. Tidak lama kemudian, Australia sempat membuat pendukungnya menahan napas ketika kesalahan komunikasi antara Mathew Beach dan Aziz Behich hampir berujung gol bagi Paraguay.
Beruntung, Beach sigap menyelamatkan situasi sebelum penyerang Paraguay mampu memanfaatkan peluang tersebut.
Sepanjang pertandingan, Australia memang tampil lebih dominan dalam penguasaan bola dan distribusi permainan, tetapi kurang efektif saat memasuki sepertiga akhir lapangan.
Di sisi lain, Paraguay memilih bertahan rapat sambil menunggu kesempatan melakukan serangan balik. Strategi tersebut membuat pertandingan berjalan minim peluang berbahaya.
Pada menit-menit akhir, kedua tim tampak sama-sama tidak ingin mengambil risiko. Australia sempat memperoleh kesempatan emas melalui Jordy Bos, tetapi sepakannya masih melebar dari sasaran. Paraguay juga memiliki peluang di masa injury time, namun Mathew Beach tampil sigap mengamankan bola.
Peluit panjang akhirnya mengakhiri pertandingan tanpa gol. Hasil tersebut memastikan Australia melangkah ke babak 32 besar dengan penuh lega.
Pelatih Tony Popovic layak mendapat pujian atas keberaniannya melakukan rotasi besar dalam laga sepenting ini. Selain Herrington, pemain muda seperti Nestory Irankunda dan Cristian Volpato juga menunjukkan performa menjanjikan yang menjadi modal penting menghadapi fase gugur.
Australia kini memiliki waktu sekitar satu pekan untuk memulihkan kondisi sebelum bertanding di Dallas pada babak 32 besar. Lawan mereka masih menunggu hasil akhir Grup G yang dihuni Belgia, Mesir, Iran, dan Selandia Baru.
Meski pertandingan melawan Paraguay tidak menghadirkan banyak peluang maupun gol, hasil ini menjadi bukti kedewasaan permainan Socceroos. Mereka mampu mengendalikan emosi, menjaga organisasi pertahanan, dan memainkan pertandingan sesuai kebutuhan demi mengamankan tiket ke fase gugur.
Kini tantangan yang lebih besar telah menanti. Australia harus menunjukkan kualitas yang lebih tajam jika ingin melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026 dan mengulang bahkan melampaui pencapaian terbaik mereka di turnamen empat tahunan tersebut.

Tinggalkan Balasan