DIKSIMERDEKA.COM CARACASGempa Venezuela berkekuatan Magnitudo 7,5 memicu kepanikan di Caracas ketika tanah tiba-tiba berguncang hebat dua kali hanya dalam hitungan detik. Gedung-gedung bertingkat runtuh, penumpang berhamburan keluar dari bandara internasional, sementara sirene ambulans dan teriakan warga memenuhi ibu kota Venezuela.Kepanikan pecah di Caracas ketika tanah tiba-tiba berguncang hebat dua kali hanya dalam hitungan detik.

Gedung-gedung bertingkat runtuh, penumpang berhamburan keluar dari bandara internasional, sementara sirene ambulans dan teriakan warga memenuhi ibu kota Venezuela setelah gempa berkekuatan Magnitudo 7,5 mengguncang negara Amerika Selatan tersebut, Kamis (25/6/20226) WIB.

Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat gempa utama berkekuatan Magnitudo 7,5 terjadi hanya 39 detik setelah gempa pendahulu berkekuatan Magnitudo 7,2. Episentrum berada di dekat wilayah Moron, sekitar 168 kilometer di barat Caracas, dengan kedalaman sekitar 13 kilometer.

Getaran kuat terasa di berbagai wilayah Venezuela hingga negara tetangga, termasuk Kolombia. Namun kerusakan paling parah dilaporkan terjadi di Caracas dan kawasan pesisir La Guaira.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan kepanikan di Bandara Internasional Simón Bolívar, Maiquetía. Para penumpang berlarian keluar terminal sambil menghindari puing-puing bangunan yang berjatuhan akibat guncangan.

Baca juga :  Presiden Jokowi Tinjau Sarana Terdampak Bencana Banjir di Kabupaten Banjar

Menteri Dalam Negeri Venezuela, Diosdado Cabello, mengatakan gempa tersebut merupakan salah satu yang terbesar dalam sejarah negara itu.

“Ada sejumlah wilayah yang mengalami kerusakan serius. Dari pantauan visual, banyak bangunan dan rumah yang runtuh,” ujar Cabello kepada stasiun televisi pemerintah VTV.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap berada di ruang terbuka karena gempa susulan diperkirakan masih akan terjadi dan berpotensi merobohkan bangunan yang sudah mengalami kerusakan.

Di kawasan Altamira, Caracas, sedikitnya tiga gedung dilaporkan ambruk. Tim penyelamat bersama warga langsung melakukan pencarian korban yang diduga masih tertimbun reruntuhan.

Suasana haru menyelimuti lokasi bencana. Seorang pria terlihat menangis histeris sambil memanggil nama neneknya yang diyakini masih berada di dalam salah satu bangunan yang roboh.

“Kami hanya bisa berdoa semoga jumlah korban tidak banyak,” kata Olky Barrero, seorang guru berusia 56 tahun yang ikut membantu proses evakuasi.

Baca juga :  Sebanyak 20 Desa Terendam Banjir di Kabupaten Aceh Jaya

Barrero menggambarkan getaran gempa begitu kuat hingga dinding bangunan bergoyang ke segala arah dan nyaris roboh.

“Asa rasanya seluruh tembok akan menimpa kami. Guncangannya sangat mengerikan,” ujarnya.

Beberapa korban berhasil dievakuasi dari reruntuhan dalam kondisi masih hidup. Namun hingga kini pemerintah Venezuela belum mengumumkan jumlah pasti korban jiwa maupun korban luka akibat bencana tersebut.

Selain Caracas, kota pelabuhan La Guaira menjadi wilayah yang mengalami dampak sangat besar. Kawasan yang menjadi lokasi Bandara Internasional Simón Bolívar itu dipenuhi bangunan yang rusak berat.

Salah satu hotel tepi pantai, Eduard’s Hotel Boutique, mengalami kerusakan parah setelah sebagian bangunannya ambruk akibat gempa. Di kawasan Catia La Mar, Akademi Angkatan Laut Venezuela serta sejumlah gedung apartemen bertingkat juga mengalami kerusakan serius.

Di wilayah Baruta, longsor yang dipicu gempa turut memperburuk situasi. Tim pertahanan sipil terlihat mengevakuasi korban menggunakan tandu dari bangunan yang hancur.

Wali Kota Baruta, Darwin González, mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan petugas penyelamat selama proses evakuasi berlangsung.

Baca juga :  Korban Meninggal Dunia Kembali Ditemukan di Desa Radda, Luwu Utara

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Caracas juga mengeluarkan peringatan kepada seluruh warganya agar menghindari bangunan yang rusak dan tidak memasuki area yang berpotensi runtuh.

Sementara itu, tokoh oposisi Venezuela sekaligus peraih nominasi Nobel Perdamaian, María Corina Machado, menyampaikan pesan solidaritas kepada seluruh masyarakat yang terdampak.

“Doa dan dukungan saya menyertai seluruh keluarga Venezuela yang sedang menghadapi masa-masa sulit ini. Semoga kita semua diberikan kekuatan dan mampu saling membantu,” tulis Machado melalui media sosial X.

Hingga berita ini diturunkan, tim penyelamat masih terus melakukan pencarian korban di berbagai lokasi yang terdampak. Pemerintah Venezuela juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada karena aktivitas gempa susulan masih mungkin terjadi dalam beberapa jam hingga beberapa hari ke depan.

Gempa Venezuela menjadi salah satu bencana paling serius yang mengguncang negara itu dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah mengimbau warga tetap waspada terhadap gempa susulan dan mengikuti arahan petugas selama proses evakuasi berlangsung.