DIKSIMERDEKA.COM CARACAS-Gempa Venezuela kembali membawa kabar duka. Saat tim penyelamat masih menyisir puing-puing bangunan yang ambruk di Caracas, pemerintah sementara Venezuela mengumumkan jumlah korban terus bertambah. Sedikitnya 32 orang dilaporkan meninggal dunia, sekitar 700 lainnya mengalami luka-luka, sementara puluhan gedung runtuh akibat dua gempa dahsyat yang mengguncang negara itu secara beruntun.

Kamis (25/6/2026),gempa berkekuatan Magnitudo 7,5 yang didahului gempa Magnitudo 7,2 hanya dalam selang 39 detik menjadi salah satu bencana alam paling mematikan yang pernah melanda Venezuela dalam beberapa tahun terakhir.

Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, menyatakan pemerintah telah menetapkan status darurat nasional untuk mempercepat proses penyelamatan dan penanganan korban.

“Prioritas kami saat ini adalah menyelamatkan korban yang masih berada di bawah reruntuhan dan memastikan bantuan kemanusiaan segera menjangkau wilayah terdampak,” ujar Rodríguez dilansir oleh CNN.

Ia juga mengungkapkan bahwa tim penyelamat dari sejumlah negara mulai berdatangan ke Venezuela untuk membantu operasi pencarian dan evakuasi.

Rodríguez turut menyampaikan apresiasi kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menawarkan bantuan kemanusiaan setelah bencana tersebut.

Pemerintah Amerika Serikat bergerak cepat merespons situasi darurat ini. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengumumkan Washington segera mengirimkan tim pencarian dan penyelamatan, bantuan medis, serta bantuan kemanusiaan ke Venezuela.

“Hati kami bersama keluarga yang kehilangan orang tercinta, para korban luka, dan petugas penyelamat yang bekerja tanpa lelah di lapangan. Amerika Serikat berdiri bersama rakyat Venezuela dalam masa sulit ini,” tulis Rubio melalui akun X.

Kerusakan paling parah terjadi di Caracas dan wilayah pesisir La Guaira. Sejumlah gedung bertingkat roboh, kawasan permukiman mengalami kerusakan berat, sementara Bandara Internasional Simón Bolívar terpaksa ditutup untuk sementara karena mengalami kerusakan akibat guncangan.

Di berbagai lokasi, tim penyelamat masih bekerja tanpa henti mencari korban yang diduga masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan. Banyak keluarga terus menunggu kabar anggota keluarganya yang belum ditemukan.

Situasi diperburuk oleh terganggunya jaringan telepon seluler di sejumlah wilayah Venezuela. Kondisi ini membuat komunikasi antarkeluarga menjadi sulit, terutama bagi jutaan warga Venezuela yang memiliki kerabat di luar negeri.

Menurut berbagai laporan, lebih dari 7,7 juta warga Venezuela telah meninggalkan negaranya selama bertahun-tahun akibat krisis berkepanjangan. Gangguan komunikasi setelah gempa membuat banyak keluarga di luar negeri kesulitan mengetahui kondisi orang-orang yang mereka cintai.

Meski kerusakan di kawasan perkotaan sangat besar, pemerintah menyebut infrastruktur minyak utama Venezuela belum mengalami dampak signifikan.

Laporan Reuters menyebut sebagian besar wilayah penghasil minyak tidak berada di kawasan yang mengalami kerusakan paling parah. Otoritas di sekitar Danau Maracaibo juga melaporkan belum menerima informasi mengenai korban maupun kerusakan serius pada fasilitas migas.

Sejumlah perusahaan energi internasional, termasuk Shell, telah memastikan seluruh karyawannya dalam kondisi selamat. Meski demikian, perusahaan masih melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap ladang minyak, kilang, dan fasilitas produksi.

Sumber industri energi mengingatkan bahwa pemadaman listrik berkepanjangan masih dapat memengaruhi produksi minyak mentah Venezuela apabila pasokan listrik belum sepenuhnya pulih.

Gempa kuat sebenarnya relatif jarang terjadi di Venezuela dibandingkan negara-negara Amerika Latin lain seperti Cile atau Meksiko. Meski berada di dekat beberapa patahan aktif, posisi Venezuela di antara Lempeng Karibia dan Lempeng Amerika Selatan membuat aktivitas seismiknya lebih rendah dibanding kawasan Cincin Api Pasifik.

Namun dua gempa besar kali ini menjadi pengingat bahwa ancaman bencana tetap dapat terjadi sewaktu-waktu.

Hingga kini, proses pencarian korban masih terus berlangsung. Pemerintah Venezuela meminta masyarakat tetap menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan dan mewaspadai kemungkinan gempa susulan yang dapat memperburuk kondisi bangunan yang telah retak akibat guncangan utama.

Gempa Venezuela menjadi peringatan bahwa bencana alam dapat terjadi tanpa diduga. Pemerintah meminta masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan, serta mengikuti seluruh arahan petugas penyelamat hingga situasi benar-benar dinyatakan aman. Proses evakuasi diperkirakan masih akan berlangsung selama beberapa hari ke depan.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti informasi resmi selama proses evakuasi berlangsung.