Serangan Rusia ke Ukraina: Kyiv Digempur Semalaman
Zelensky Sudah Peringatkan, Moskow Kini Mulai Jalankan Ancaman Serangan Sistematis
DIKSIMERDEKA.COM KYIV — Rusia benar-benar menepati ancamannya. Serangan besar-besaran yang dilancarkan Moskow pada Selasa(2/6/2026) dini hari menghantam sejumlah kota di Ukraina dan menewaskan sedikitnya lima orang.
Empat korban tewas dilaporkan berada di Dnipro, sementara satu korban lainnya meninggal dunia di ibu kota Kyiv. Selain itu, sedikitnya 45 orang mengalami luka-luka akibat rentetan serangan rudal dan drone yang mengguncang berbagai wilayah Ukraina.
Serangan Rusia ke Ukraina kali ini membuat ribuan warga Kyiv berlarian menuju bunker dan tempat perlindungan ketika sirene serangan udara meraung sepanjang malam.

Rudal Balistik Hantam Ukraina
Dilansir BBC, Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, meminta warga tetap berada di tempat perlindungan karena ancaman serangan masih berlangsung.
Kepala Administrasi Militer Kota Kyiv, Tymur Tkachenko, mengungkapkan bahwa pasukan Rusia menggunakan rudal balistik dalam serangan tersebut.
“Musuh sedang menyerang dengan rudal balistik.”
Dua gedung apartemen bertingkat dilaporkan terkena hantaman. Tim penyelamat juga masih mencari kemungkinan adanya warga yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan.
Sementara itu, suara dengungan drone terdengar bersahut-sahutan dengan ledakan keras yang mengguncang ibu kota Ukraina sepanjang dini hari.
Dnipro dan Zaporizhzhia Ikut Jadi Sasaran
Selain Kyiv, kota Dnipro menjadi wilayah yang paling parah terdampak.
Empat orang dilaporkan tewas dan 16 lainnya mengalami luka-luka setelah serangan menghantam kawasan tersebut.
Di wilayah selatan, sebuah fasilitas industri di Zaporizhzhia juga menjadi sasaran serangan Rusia.
Pemadaman listrik dan kebakaran dilaporkan terjadi di sejumlah titik, sementara aparat setempat masih menghitung total kerusakan yang ditimbulkan.
Zelensky Sudah Memberi Peringatan
Sehari sebelum serangan terjadi, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebenarnya sudah memperingatkan rakyatnya.
Dalam pidato video yang disampaikan Senin malam, Zelensky mengatakan pihak intelijen Ukraina mendeteksi adanya persiapan serangan besar dari Rusia.
“Peringatan intelijen mengenai serangan Rusia masih berlaku. Serangan besar-besaran mungkin terjadi, mereka telah mempersiapkannya.”
Peringatan itu kini terbukti setelah Rusia melancarkan salah satu serangan terbesar dalam beberapa pekan terakhir.
Balas Dendam atas Serangan Drone Ukraina
Pekan lalu, Rusia memperingatkan akan melakukan “serangan sistematis” sebagai balasan atas serangan drone Ukraina terhadap sebuah asrama di wilayah Luhansk yang dikuasai Rusia.
Menurut Moskow, serangan tersebut menewaskan 21 orang.
Rusia bahkan mengancam akan menargetkan pusat-pusat militer dan pusat pengambilan keputusan di Kyiv.
Selain itu, pemerintah Rusia juga sempat meminta warga negara asing meninggalkan ibu kota Ukraina karena meningkatnya risiko keamanan.
Ukraina Bantah Serang Warga Sipil
Menanggapi tuduhan Rusia, Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina menegaskan bahwa operasi yang mereka lakukan di dekat Starobilsk pada 21–22 Mei memang terjadi.
Namun Kyiv membantah telah menyerang target sipil.
Menurut militer Ukraina, sasaran operasi tersebut adalah unit militer Rusia yang berada di kawasan itu.
Meski demikian, ketegangan kedua negara kini kembali meningkat dan memicu kekhawatiran akan eskalasi perang yang lebih luas.
Ancaman Perang Makin Membesar
Serangan Rusia ke Ukraina terbaru menunjukkan bahwa konflik yang telah berlangsung lebih dari empat tahun itu masih jauh dari kata berakhir.
Di tengah mandeknya berbagai upaya diplomasi, kedua pihak justru terus meningkatkan intensitas serangan.
Akibatnya, warga sipil kembali menjadi pihak yang paling merasakan dampak perang yang tak kunjung usai.
Rusia Ancam Lanjutkan Serangan
Serangan Rusia ke Ukraina diperkirakan belum akan berhenti dalam waktu dekat. Moskow sebelumnya telah memperingatkan bahwa mereka akan melancarkan serangan sistematis sebagai respons atas serangan drone Ukraina di wilayah yang dikuasai Rusia.
Di sisi lain, pemerintah Ukraina terus meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gelombang serangan berikutnya. Presiden Volodymyr Zelensky bahkan telah meminta warga untuk selalu memperhatikan peringatan serangan udara yang dikeluarkan otoritas setempat.
Karena itu, situasi keamanan di berbagai kota besar Ukraina masih sangat dinamis. Warga diminta tetap berada di dekat tempat perlindungan dan mengikuti instruksi petugas darurat apabila sirene kembali berbunyi.
Perang Belum Menunjukkan Tanda Berakhir
Konflik antara Rusia dan Ukraina kini memasuki fase yang semakin sulit diprediksi. Meski berbagai upaya diplomasi terus dilakukan, kedua pihak masih saling melancarkan serangan dan belum menunjukkan tanda-tanda deeskalasi.
Serangan Rusia ke Ukraina yang kembali memakan korban jiwa menjadi bukti bahwa perang masih menjadi ancaman nyata bagi jutaan warga sipil. Selama solusi politik belum tercapai, risiko jatuhnya korban dan kerusakan infrastruktur diperkirakan masih akan terus meningkat.

Tinggalkan Balasan