DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali terus menunjukan kinerja positif. Sampai Mei 2026, Bank kebanggaan masyarakat Pulau Dewata tersebut berhasil membukukan laba sebesar Rp696 miliar.

Direktur Utama BPD Bali I Nyoman Sudharma mengatakan di tengah gejolak geopolitik global dan kebijakan kenaikan BI rate yang tengah berlangsung, Bank BPD Bali berhasil membukukan laba sebesar Rp696 triliun sampai Mei 2026.

Dari sisi penyaluran kredit, BPD Bali berhasil mencatatkan pertumbuhan sebesar 8,46 persen. Ia mengatakan pertumbuhan tersebut disumbang oleh sektor UMKM dengan menorehkan pertumbuhan hampir 11 persen, jauh di atas rata-rata nasional yang hanya sekitar 1 persen.

“Kredit UMKM menjadi backbone Bali dan pertumbuhan bank BPD Bali dengan sumbangan pertumbuhan hampir 11 persen, sedangkan secara nasional pertumbuhan kredit UMKM di bawah 1 persen,” terangnya.

Baca juga :  Seluruh Desa di Denpasar Telah Gunakan Layanan Aplikasi Siskuedes

Sementara itu, total aset Bank BPD Bali tumbuh 8,19 persen menjadi Rp43,117 triliun. Lalu, dana pihak ketiga tumbuh 5,68 persen menjadi Rp35,397 triliun.

“Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat kepada Bank BPD Bali tetap terjaga meskipun terjadi gejolak geopolitik,”ujarnya.

Lebih jauh, dia menjelaskan dari sisi rasio keuangan, Bank BPD Bali juga dinilai masih berada dalam kondisi sangat sehat. Capital Adequacy Ratio (CAR) tercatat sekitar 30 persen.

Selanjutnya, Return on Asset (ROA) 4,29 persen, Return on Equity (ROE) 28,39 persen, dan Non Performing Loan (NPL) terjaga di angka 0,96 persen.

Baca juga :  Dimohon dari Tanah Negara, Dasar BPD Bali Klaim Tanah Jalan Gadung Semakin Janggal

Sudharma menjelaskan sejak 2018 atau awal kepemimpinan Gubernur Koster, kinerja Bank BPD Bali mengalami peningkatan signifikan. Total aset meningkat dari Rp24,454 triliun menjadi lebih dari Rp42 triliun pada Mei 2026.

Tak hanya itu, posisi Bank BPD Bali secara nasional juga mengalami peningkatan. Jika pada 2018 berada di peringkat sembilan nasional dari 27 BPD, kini naik menjadi enam besar nasional.

“Dengan aset sekitar Rp42 triliun, laba Bank BPD Bali sudah mencapai lebih dari Rp1 triliun. Bahkan dibandingkan sejumlah BPD lain yang asetnya lebih besar, laba mereka masih berada di bawah Bank BPD Bali,” ujarnya.

Baca juga :  Kejari Badung Sita Aset Tanah Terpidana Korupsi BPD Bali

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster mengapresiasi capaian kinerja positif perusahaan, terutama pada capaian laba BPD Bali hingga Mei 2026.

Menurutnya jika capaian kinerja bisa dipertahankan, Koster memproyeksikan laba Bank BPD Bali mampu menembus Rp1,4 triliun hingga akhir tahun 2026.

“Tadi Pak Dirut menyampaikan laba perusahaan hingga Mei sudah sekitar Rp696 miliar lebih. Kalau diproyeksikan sampai Juni bisa mencapai Rp700 miliar lebih untuk semester pertama. Kalau tren ini terus berlanjut, Desember 2026 laba BPD Bali bisa mencapai Rp1,4 triliun, bahkan kita berharap bisa Rp1,5 triliun,” ujar Koster.

Reporter: Agus Pebriana